Salah Cetak
Bedul menjadi direktur di sebuah perusahaan tekstil terkenal. Suatu hari dia sedang mendapat pujian dari rekan-rekan bisnisnya.
"Apa kiat bapak dalam menjalankan bisnis tekstil ini, karena negeri Arab bersedia memborong seluruh kain yang diproduksi perusahaan bapak? "tanya rekan bisnisnya .
"Sebenarnya ini rahasia perusahaan, tetapi tidak apa lah. Sederhana saja, hanya kesalahan cetak tulisan di label kain, "kata Bedul.
"Tulisan apa?" tanya rekan bisnisnya penasaran
"Itu tuh, tulisan berbahasa Arab: Luntur Tidak Ditanggung
Anjing Rabies
Di sebuah ruang praktik dokter terjadi percakapan antara dokter dan pasiennya.
Dengan sangat hati-hati dokter menerangkan kepada pasiennya seorang pria bernama Bedul yang baru saja digigit anjing gila yang kondisinya cukup kritis.
"Anjing itu, ternyata memang menderita rabies," kata sang dokter.
Bedul ketakutan, lalu meminjam bolpoin dan tret... tret dia menulis di kertas itu. "Bapak tak perlu terburu-buru menulis surat wasiat, "kata dokter. "Karena masih ada cukup waktu."
Bedul kemudian menjawab: "Siapa bilang saya mau menulis surat wasiat? Saya mau buat daftar orang-orang yang saya gigit
Eksekusi Mati
Bedul adalah seorang sipir penjara. Saat ini dia diberi tugas untuk menanyai terpidanana mati yang akan menjalani eksekusi.
"Saudara sudah ikhlas menghadapi hukuman? "tanya Bedul. "Iya Pak Sipir, saya ikhlas ditembak mati,"jawabnya.
"Baiklah, nanti saya sampaikan ke personel regu tembak bahwa saudara sudah ikhlas. Namun, ada aturan bahwa kami harus memenuhi permintaan terakhir saudara. Silakan sampaikan kepada kami, "tanya Bedul
"Apakah benar-benar permintaan terakhir ini akan dikabulkan? "tanya terpidana. "Pasti dikabulkan,"jawab Bedul.
Sambil tersenyum terpidana menjawab: Saya ingin pelaksanaan penembakan ditunda 20 tahun