Sementara itu
Andela melamun di kamarnya
Dia memikirkan kejadian tadi saat ia bertabrakan dengan Razaqa
"Ehhh Ndeel kamu malah mikirin Razaqa.. sadar dong, kamu udah punya Kelvin" batin Andela sambil mengetuk kepalanya sendiri
"Nddeel ayo makan maleem" teriak mamanya memanggil Andela
"Iyyaa maaah bentar lagi aku keluar" teriak Andela..
Andela kemudian makan malam bersama keluarganya..
Begitu juga dengan Kelvin, dia sudah duduk di meja makannya bersama Yup
i adiknya dan juga kedua orang tuanya
"Vinn gimana kuliah pertamanya" tanya papa Kelvin sambil makan
"Yaah gitu deh paah..
lumayan seru kok" balas Kelvin
"Bagus deh, papa ikut seneng..
Belajar yang bener ya" pesan papanya
"Siap paah" balas Kelvin
"Yupi juga tuh belajar yang bener" lanjut Kelvin sambil melirik adiknya
"Ihh kakak apaan sih..
aku udah rajin belajar kok, kakak tuh yang kerjaan pacaran mulu" balas Yupi
"Yeeh sirikk.. biarin aja, emangnya kamu jomblo wlee :p " ledek Kelvin
"Iiihh mamah liat tuh kakak ngeledekin
aku" adu Yupi
"Heeh udah Vin..
kamu jangan berantem ah sama adekmu, kan kasian" ucap Mamanya
"Hehe iya maah.. becanda dek
kakak kan suka becandain kamu " ucap Kelvin
"Dasar kakak huu" balas Yupi sambil menggembungkan pipinya
Setelah selesai makan malam
Kelvin kembali dengan aktivitas seperti biasa yang ia lakukan setiap malam di kamarnya
Chat dengan Andela dan nonton WWE
"Tontonan lu WWE mulu, ganti tontonan napa, b*kep gitu, kan gw mau ikut nonton! "celetuk Author tiba-tiba muncul dari alamnya
"Heeh Thor..
Judul fanfictnya aja Wrestling and Love, jadi selain cerita cinta gw..
Wrestling nya (WWE) harus muncul..
"Laah iya.. nyesel gw bikin judul begitu..
mana udah sampe part 26 lagi " balas Author
"Ahhh udah sono balik ke alam lu..
jangan ganggu-ganggu aku lagi, jangan ganggu aku lagi, tiga bulan ku telah menunggu tak ada kabarmu" usir Kelvin sambil nyanyi lagu Alm. Olga Syahputra
"Yeeh kampret malah nyanyi..
Ya udah deh back to the beat back to the stars.. ayo guyang dumang" balas Author lalu joged
"Eh salah back to the story maksudnya hehe" Author hanya cengengesan
Keesokan harinya di saat hari kedua Ospek (Masa Orientasi Siswa)
Kelvin dan Andela memasuki pintu gerbang universitas
Terlihat Shani dan Michael disana
Mereka berbicara sebentar kemudian pergi menuju kelas masing-masing
Ketika mereka berdua ingin sampai di kelas, terlihat seorang perempuan di depan Kelvin yang wajahnya sudah tidak asing lagi baginya
"Eehh.. Kelvinn ?? kamu kuliah disini juga.. waah kebetulan banget
Kamu kelompok berapa ? aku di kelompok 5" lanjut perempuan itu
"..Eeeh Shaania.. i..iya aku kuliah disini
aku kelompok 2" ucap Kelvin ragu karena tidak enak dengan Andela yang ada di sebelahnya
Andela hanya menunduk sedih ketika Kelvin berbicara dengan Shania
"Ehh aku duluan ya Shan, udah mau masuk nihh, ayo Ndel" ajak Kelvin sambil memegang tangan Andela
Sesampainya mereka di kelas
Andelanya hanya diam saja dan terlihat dingin..
Mungkin gara-gara kejadian tadi saat Kelvin berbicara dengan Shania
"Ndeel" panggil Kelvin lembut.
"Mmh apa? tanya Andela singkat
"Kamu kenapa?" tanya Kelvin
"Ga papa kok" balas Andela
"Kamu marah ya, sama aku tadi ngobrol sama Shania?"
"Mhh i..iya, kenapa sih dia kuliah disini? ngeselin tau ga" keluh Andela
"A..akku juga tau..
kebetulan aja bisa satu kuliah sama kita..
"Udah dong.. aku sama dia udah ga ada hubungan apa-apa" ucap Kelvin
"Ii..iyya" balas Andela singkat
Tak lama kemudian..
Bel masuk berbunyi
Seperti hari pertama, Kak Ve dan Kak Falvi membimbing mahasiswa/i baru di kelompok, termasuk Kelvin dan Andela
"Fal, kita mau ngapain nih hari ini? " tanya Ve kepada Falvi
"Mmhh enaknya kita main deh" balas F
alvi
"Ide bagus tuh..
Tapi maen apaan? tanya Ve
"Mhhm maen sambung kata aja..
Kayaknya seru deh" ide Falvi
"Kata Artha juga semua kelompok main itu, yang gagal nyambung kata, kita kasih hukuman" lanjut Falvi
"Apa hukumannya?" tanya Ve
"Menyatakan cinta hehe" ucap Falvi
"Waah keren-keren tuh
kayaknya bakalan seru deh" ucap Ve setuju
Mereka pun bermain tebak kata setelahnya.. beruntung Kelvin dan Andela berhasil menyambung kata dan tidak mendapatkan hukuman
Tapi lain halnya dengan Michelle
Dirinya tidak bisa melanjutkan kata..
Dan harus mendapatkan hukuman untuk menyatakan cinta kepada seseorang
"Naah kamu dihukum" ucap Ve
"Michelle kan?" tanya Falvi
"I..i..iya kak" balas Michelle sambil tertunduk
"Naah kamu pilih mau tembak siapa, boleh di kelas ini atau kelompok laim juga boleh"jelas Falvi
"Tt..taa..pi kak, orang yang aku mau tembak udah ada pacar" bisik Michelle ke Kak Falvi
"Waah.. gapapa kok, yang penting hukuman menyatakan cinta nya udah terlaksana" balas Falvi
Michelle hanya bisa tertunduk malu dengan pipinya yang memerah
Lalu kemudian Michelle berjalan ke salah satu kursi dan menghampiri seorang cowok
Sebelum menyatakan perasaannya, Michelle berhenti di depan kursi Andela
"Ndeel.. aku minta maaf ya, aku cuma jalanin hukuman" ucap Michelle tertunduk
"Eehh iya, gpp kok Syel" balas Andela lalu tersenyum karena sudah mengetahui siapa cowok yang akan ditembak oleh Michelle
"Viinn" ucap Michelle menghampiri Kelvin
"E..ehh akku ?? tanya Kelvin bingung
"..I..iii.. iya" balas Michael
"Nah.. kamu cowoknya maju kedepan sini" ucap Kak Ve
Kelvin hanya bisa pasrah dan maju ke depan kelas dengan Michelle
"Nah silakan tembak" ucap Falvi
".Aaa...akk..kku suk..kaa samma kamu, kamu mau ga jadi pacar aku? ucap Michelle sambil tertunduk dan pipi yang merah
Seisi kelas hanya bisa bersorak menggoda Kelvin dan Michelle yang sudah berada di depan kelas itu
"E..hh ma..aafin aku Syel..
aku ga bisa terima, aku udah ada Andela" balas Kelvin
Michelle yang memang sudah tahu ja
wabannya akan seperti itu hanya bisa tersenyum
"Mmhh iya gapapa kok, aku udah tau jawaban kamu akan seperti itu" ucap Michelle
"Udah kan kak.. huhh sebel" keluh Michelle sambil kepada Kak Ve dan Falvi
"Hehe iya udah..
makasih ya Syel udah jalanin hukuman.. makasih Kelvin" ucap Falvi
"Iya kak" balas mereka berdua lalu kembali ke tempat duduk mereka
Saat istirahat tiba
Michelle merasa tidak enak dengan Andela, tetapi Andela memakluminya karena itu memang karena hukuman
Tetapi Andela juga berpikir bahwa Mic
helle sepertinya mencintai Kelvin kekasihnya..
Dia mengetahui dari tatapan mata Michelle kepada Kelvin
*
Sementara itu Michael dan Shani berada di kantin saat istirahat..
Mereka memutuskan untuk makan bakso disana
"Shaan.. bakso yuk" ajak Michael pada Shani
"Iya sayang.. ayo, aku udah laper banget nihh" jawab Shani sambil mengeluarkan ekspresi lucunya
"Hehe, lucu kamu, ya udah tunggu disini ya, aku pesenin dulu" ucap Michael
Terlihat disana Kelvin dan Andela juga sedang berjalan menuju kantin
"Nddeell, Viin" panggil Shani kepada mereka berdua
"Viin.. kesana yuk..
Ada Shani" ajak Andela.
"Iya Ndel
Mereka berdua duduk di samping Shani
"Mana Michael?" tanya Kelvin
"Lagi mesen bakso, kalian mau makan itu juga, kalo mau aku bilang Michael buat sekalian pesenin" tawar Shani
" Eh, gausah Shan, aku aja sendiri, tunggu ya Ndel" ucap Kelvin
"Iya" balas Andela sambil tersenyum
Sementara Shani dan Andela selama menunggu kedua kekasihnya saat memesan bakso mereka berbicara satu sama lain
"Shaan.. kelas kamu tadi ada maen game gitu ga ? tanya Andela
"Iya Ndel..ada
yang ga bisa, disuruh nembak haha" ucap Shani
"Kamu kena hukuman?" tanya Andela
"Ngga dong, Michael juga ngga" balas Shani
"Oohh iya kelas aku juga ada..
aku juga ga kena hukuman sama Kelvin" jawab Andela
"Taa..pii yang kena hukuman tadi Michelle, kamu kenal kan ? tanya Andela
"Kenal dong, kan temen sekelas aku pas kelas XII" ucap Shani
"Terus-terus dia nembak siapa ? tanya Shani penasaran..
"Kelvin" balas Andela datar
"Heeeh? tt..tapi ga diterima kan sama Kelvin? balas Shani kaget
"Iya ngga lah, aku juga gapapa kok sama Michelle, lagian toh itu gara-gara hukuman" jelas Andela
Setelah cukup lama mengobrol, datanglah Kelvin dan Michael membawa dua mangkuk bakso masing-masing
Kemudian mereka makan sambil berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi di dalam kelompok masing-masing saat Ospek berlangsung
"E..eh aku ke toilet dulu ya" ucap Andela menghentikan makannya dan meninggalkan Kelvin, Shani dan Michael
"Iya Ndel" balas Kelvin singkat lalu meneruskan aktivitas makannya
Saat Andela berjalan di lorong sekolahnya..
Tiba-tiba ada seorang cowok yang menariknya ke arah taman
*To Be Continued*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar