Seorang cowok menarik tangan Andela
"Ndeel ikut aku" ucap cowok itu
"Ehh.. Raa..zaa..qa
ada apa kamu bawa aku ke sini?" tanya Andela yang sekarang sudah berada di taman
"Aku cuma mau tanya
Kamu udah punya pacar ?" tanya Razaqa
"Mmh.. kenapa ka..mu nanya itu?" balas Andela tertunduk
"Gpp kok, cuma mau tau aja"
balasnya
"Mhh.. i...iiyaa aku udah punya pacar"
balas Andela
"O..ooke, tapi asal kamu tau
aku itu cinta sama kamu..
Gimanapun caranya aku bakal buat kamu cinta sama aku dan putus sama pacar kamu" balas Razaqa dingin
"E..hh kamu apa-apaan sih..
Aku udah punya pacar dan aku sayang sama dia
Jadi kamu gausah deketin aku lagi..
Dan satu hal lagi, aku ga cinta sama kamu" ucap Andela lalu pergi dari tempat itu
Razaqa menahan tangan Andela dan memegangnya
"Za..qa pliss lepasin aku" mohon Andela
Sementara itu Kelvin telah selesai makan dari kantin...
Dia memutuskan untuk menunggu Andela di depan toilet, tetapi saat dia berjalan di lorong..
Kelvin melihat ada Andela disana dengan seorang cowok yang Andela kemarin ceritakan..
Cowok itu terlihat memegang tangan Andela paksa, dan Kelvin memutuskan untuk menghampirinya
"Aku ga akan lepasin kamu gitu aja, aku udah terlanjur cinta sama kamu" ucap Razaqa
"Leepaassin aku Zaq, aku ga cinta sama kamu" ucap Andela sambil berontak
"Woii.. lepasin ga cewek gw" ucap Kelvin yang datang untuk menyelamatkan Andela
"Kee..lvvin" ucap Andela lega melihat
kekasihnya datang untuk menolongnya
"Oohh... lu cowok Andela ? asal lu tau, dia ga suka sama lu, dia suka sama gw" ucap Razaqa
"Sialan lu" ucap Kelvin marah dan langsung menarik kerah baju Razaqa
Mereka berdua bertatapan satu sama lain..
"Udah-udah jangan berantem disini, ntar di WrestleMania aja" celetuk Author
"Berisik" ucap Kelvin dan Razaqa bersamaan membentak Author
"Anjir, bikin gw takut aja lu pake ngebentak segala" ucap Author
"Vinn.. udah-udah, ayo kita pergi
" ajak Andela yang memegang lengan Kelvin
Kemudian, Kelvin melepaskan tangannya dari kerah baju Razaqa
"Beruntung lu, cewek gw nahan gw kalo ga...
"Kalo ga Razaqa bonyok ya Vin? tanya Author
"Kalo ga gw yang bonyok be*o
badan dia lebih gede dari gw" ucap Kelvin polos
Author hanya sweatdrop -_-
"Lah.. sial.. kirain gw, lu udah nantang-nantang gitu berani lawan dia" ucap Author
"Yeeh kaga, tunggu John Cena ngelatih gw.. baru gw siap berantem" khayal Ke
lvin
Kemudian, Kelvin dan Andela pergi dari taman itu dan menuju kelas mereka
"Ndel, kamu gapapa kan ? dia ga ngapa-ngapain kan ? tanya Kelvin khawatir
"Aku gapapa kok" balas Andela singkat
"Dia ngomong apa tadi sama kamu?" tanya Kelvin
"Mmhh dia bilang kalo dia suka sama aku, padahal aku udah bilang kalo aku udah punya kamu, tapi dia maksa aku" ucap Andela sambil tertunduk lalu menangis
"Udah yaa.. gausah nangis
Udah ada aku disini" ucap Kelvin menenangkan Andela lalu memelukny
a..
Tak lama kemudian Michael dan Shani muncul
"Ciee.. pelukan kok di lorong kuliahan" ledek Michael
"Berisik lu" balas Kelvin
"Ndel kenapa Vin" tanya Shani
Andela menatap Kelvin seakan matanya berbicara "gausah kasih tau mereka"
"Ee.hh Andela gapapa kok, cuma mau meluk aku aja kok hehe" ucap Kelvin
Shani dan Michael hanya ber "Oh" ria
Mereka pun balik ke kelas masing-masing
Singkat cerita, waktu pulang kuliah pun tiba
Kelvin dan Andela menuju parkiran, terlihat ada Michelle disana sendirian terlihat menunggu seseorang
"Syeell.. kamu nunggu siapa? tanya Andela
"E.eeh kamu Ndel, ini.. aku nunggu papaku jemput, tapi dia barusan bilang kalo ada meeting mendadak, jadinya ga bisa jemput aku" jelas Michelle
"Terus kamu naik apa dong" tanya Andela
"Mmhh gatau nih, kayaknya angkot deh" balas Michelle
"Mhh.. Vin, gimana kalo kamu anterin Michelle, aku gpp kok, kasian dia..
aku bisa telepon supir aku buat jemput
aku" jelas Andela
"E...eh t..taa..pi Ndel" ucap Kelvin tidak rela
"Udah ga ada tapi-tapian..
kalo kamu sayang aku, anterin Michelle.. yaa yaa ? ucap Andela
"Aa..iy..iya deh..
Tapi supir kamu pasti jemput kan Ndel ? tanya Kelvin khawatir
"Iya-iya bawel amat kamu sih..
udah sana pergi" ucap Andela
"Ayo Syel" ajak Kelvin sambil mengambil motornya
Michelle hanya mengikuti Kelvin dari belakang dengan perasaan canggung
"Ayo Syel, naik" ucap Kelvin saat motornya sudah berada di depan Mich
elle"
"Emmh i..iyaa" balas Michelle ragu lalu menaiki motor Kelvin
Kemudian Michelle memberitahukan alamatnya kepada Kelvin, dan kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dengan rumah Kelvin, hanya berbeda 6 blok
Sepanjang perjalanan, tidak ada sepatah kata pun yang keluar antara Kelvin dan Michelle..
Tetapi tak lama kemudia Kelvin membuka pembicaraan
"Syyeel" panggil Kelvin
"I..iiyaa. apa Vin ?? balas Michelle
"Aku mau ngebut nih, kamu pegangan dong..
ntar kamu jatuh lagi" ucap Kelvin
"E..eehh i..iyaa Vin" ucap Michelle ragu lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kelvin..
Michelle tersipu malu dan pipinya memerah
Sementara itu
Andela masih menunggu supirnya, tetapi tak lama kemudian..
Supirnya menelepon dan bilang bahwa ban mobilnya kempes. Mungkin sekitar satu jam lagi Andela bisa dijemput
"Yaah pake acara kempes lagi..
Aku pulang naik apa ya, kalo nungguin lama, kalo naik angkot duitku kurang karena udah dipake jajan tadi" batin Andela
Tiba-tiba seorang cowok muncul di depannya
"Raa..zaaqqa mau apa lagi kamu ?" ucap Andela ketus
"Mmhh aku cuma mau nganterin kamu pulang, boleh kan?" tanya Razaqa
Andela berpikir bahwa menerima tawaran Razaqa merupakan keputusan yang tepat, karena Andela tidak bisa pulang saat ini karena Kelvin mengantar Michelle, supirnya mobilnya kempes dan uangnya sudah habis
"Mhh.. ga ngerepotin kamu?" tanya Andela
"Ngga kok, ayo naik" balas Razaqa
"Janjii yaa cuma sebatas nganterin?
awas aja kalo macem-macem" ucap Andela
Razaqa mengangguk dan tersenyum si
nis, lalu Andela tanpa ragu menerima ajakan Razaqa dan naik ke motornya
*
Di lain tempat
"Makasih yaa Vin, udah mau nganterin aku, jadi ngerasa ga enak sama Andela" ucap Michelle sambil tersenyum
"Iya sama-sama Syel..
gapapa lagi, Andelanya kan tadi udah ngijinin" jawab Kelvin
"Ya udah aku pulang dulu ya" lanjut Kelvin
"Vinn.." teriak Michelle
"Iyaa Syeel?" tanya Kelvin lalu berbalik kembali menatap Michelle
"Maafin soal tadi ya" ucap Michelle tertunduk
Kelvin menyadari bahwa yang dimaksud Michelle dengan "tadi" adalah kejadian saat Michelle menembak dirinya karena hukuman dari kakak kelas
"Iya gapapa kok, itu kan emang hukuman dari kakak kelas, jadi wajar kamu ngelakuin itu" jelas Kelvin sambil tersenyum
Michelle balik tersenyum dan lega mendengarnya
Tak lama kemudian Kelvin meninggalkan rumah Michelle
*
Sesampainya Kelvin di rumah, dia memutuskan untuk mandi, makan dan setelah itu mengambil smartphonenya
untuk menanyakan apakah Andela sudah pulang atau belum lewat chat
"Ndell.. kamu udah sampe rumah?" begitulah isi chat Kelvin
Namun tidak ada balasan setelah itu, chatnya juga undeliv atau tidak terkirim/ceklis doang :v
Kelvin merasakan firasat yang tidak enak.
"Duuh Andela kemana ya? semoga ga terjadi apa-apa deh" batin Kelvin
*
Sementara itu di motor
"Zaaq.. ini bukan arah ke rumahku, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Andela khawatir
"Udah.. kamu ikut aja" balas Razaqa si
ngkat
"Gamau.. tolong turunin aku Zaq
kamu jangan macem-macem" berontak Andela sambil memukul-mukul pundak Razaqa
*To Be Continued*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar