Aku membuka mataku pada pagi hari yang cerah..
Hari itu adalah hari pertamaku bersekolah di sekolah yang baru di kawasan Jakarta, sebelumnya aku bersekolah di Tangerang, tetapi karena ada satu dan lain hal..kita sekeluarga terpaksa pindah ke Jakarta
Entah kenapa aku sudah tidak bersemangat dalam menjalani hidup, karena kedua orangtuaku
Selalu memberikan perhatian lebih terhadap kakak perempuanku yang bernama Melody,
Oiya namaku adalah Kelvin, Kelvin Mandala Putra
Tiba-tiba kamarku diketuk cukup kencang
“Iya sebentar” sahutku sambil berjalan menuju pintu
“pasti Kak Melody” pikirku
“Vin, cepetan bangun, nanti kakak telat sekolah nihh, kamu tuh bisanya nyusahin tau ga?!!” ucapnya dengan nada meninggi
“Iya kak, maaf” aku hanya membalasnya dengan ucapan lemah sambil menunduk
Aku bergegas mandi dan mengenakan seragam putih abu-abu, aku kelas XI SMK, sementara Kak Melody kelas XII SMA
Kemudian aku dan Kak Melody berjalan kearah meja makan, disana sudah ada Mama dan Papaku, entah mereka orangtua
kandungku atau tidak, sampai saat ini aku belum mengetahuinya, karena sikap mereka ke aku lebih mirip seperti
seorang Ibu Tiri kepada anaknya
kandungku atau tidak, sampai saat ini aku belum mengetahuinya, karena sikap mereka ke aku lebih mirip seperti
seorang Ibu Tiri kepada anaknya
“Mel, nih sarapan nasi goreng, udah mama buatin..” ucap Mamaku
“Aku maah ?” tanyaku
“Kamu Cuma ada air putih, nih minum..hukuman buat kamu karena udah bangun telat” ucap Mamaku
“Iya, Vin, betul kata Mama..contoh kakakmu itu, dia rajin, pintar, cantik” tambah Papaku
Aku hanya mengangguk lemah dan menerima semua omongan Papa dan Mamaku
Padahal sebenarnya maagku kambuh dan rasanya sangat perih, tetapi itu tidak seberapa dibandingkan rasa perih yang kuterima karena aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari semua orang yang kusayangi
Tak lama kemudian, Kak Melody bergegas ke sekolahnya dengan mobilnya..
Sementara aku tidak diberikan tumpangan melainkan menyuruhku untuk menggunakan sepeda setiap hari..
Sementara aku tidak diberikan tumpangan melainkan menyuruhku untuk menggunakan sepeda setiap hari..
Setibanya di sekolah, aku menuju kelasku, lalu aku diperkenalkan sebagai murid baru disana
“Perkenalkan dirimu Vin” ucap Guru mempersilahkanku
“Baik Pak”
“Perkenalkan, namaku Kelvin Mandala Putra, kalian boleh memanggilku Kelvin, Aku harap kalian mau berteman denganku, mohon bantuannya” ucapku sambil membungkuk memberi hormat
Aku lihat sepertinya tidak ada respon positif dari murid-murid disana, mereka terlihat cuek melihatku..
Tetapi ada satu orang wanita yang membuatku tertarik, dia sedikit tersenyum kearahku, padahal teman-teman yang lainnya bersikap seakan-akan aku tidak ada disana
Aku berjalan ke kursi belakang paling pojok, aku duduk sendiri disana
Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai, selama pelajaran aku fokus mendengarkan Guru menjelaskan di depan kelas, sampai saat itu aku belom mempunyai teman disana..
Aku sudah berusaha mengajak mereka berkenalan, tetapi mereka cuek dan malah meledekku
“Mmhh boleh kita kenalan? Aku Kelvin namamu siapa?” ucapku mengajaknya berkenalan
Hening sebentar
“Cih, ngaca dong, mau kenalan sama gw.. Lu itu udah jelek, miskin mau kenalan sama gw yang orang kaya ? helooo.. ga level kali” ejek pria tersebut
Lalu datang teman-temannya yang lain, kira-kira 3 orang
“Ada apa bro?” Tanya salah satu temannya
“Ini, si anak baru mau kenalan sama gw, ga tau gw siapa kali.. Gw ini anak Yayasan alias yang punya sekolah ini”ucapnya
“Yaa, dia anaknya yang punya ni sekolah, jadi lu anak baru gausah gaya mau kenalan” ucap salah satu temannya
Aku merunduk melihat lantai berpetak, merasakan jantungku diambil oleh seorang Malaikat namun aku tidak mati
“Ayo guys, acuhkan saja anak baru jelek ini”
Pria yang meledekku keluar kelas meninggalkanku, semua teman-temannya mengekor di belakangnya. Satu pria terakhir menendang wajahku sehingga tubuhku terpental ke lantai
Kelas yang tadinya sesak sekarang terasa hampa, Aku terbujur kaku, wajahku yang terpental di lantai mengeluarkan darah setetes demi setetes
Aku berpikir entah ada apa dengan hidupku, sepertinya Tuhan sedang menghukumku dengan cobaan-cobaan yang menerpa,
di rumah aku diacuhkan, aku harap di sekolah aku bisa mendapatkan teman, tetapi kenyataanya malah semakin buruk
di rumah aku diacuhkan, aku harap di sekolah aku bisa mendapatkan teman, tetapi kenyataanya malah semakin buruk
Tidak ada satupun orang yang berteman denganku
Suara langkah kaki sepatu mendekatiku, sepertinya ada seseorang yang akan masuk ke kelas..
Dan ternyata saat aku melihatnya, dia adalah seorang wanita yang tersenyum kearahku saat tadi aku memperkenalkan
diriku, dia duduk di sampingku
diriku, dia duduk di sampingku
“Hidungmu berdarah” wanita berambut panjang itu mengeluarkan sapu tangannya untuk mengusap darah dari hidungku
Aku memalingkan wajahku yang penuh dengan darah dan air mata, aku tidak mau terlihat menangis di depan seorang wanita…
“Jangan malu..” bujuk wanita itu
“Kamu sama saja seperti mereka, mencemoohku, iya kan ? Tertawa saja sepuasmu!” ucapku
Aku pikir dia akan sama seperti murid-murid yang lainnya, ternyata tidak…
Dia baik.
Dia baik.
Dia sedikit menggeleng dengan tersenyum
“Halo, kamu murid baru yang tadi kan, kalo gasalah nama kamu Kelvin?” tanyanya
Aku mengangguk dan merasakan bahwa senyuman wanita ini begitu tulus
“Waaa aku bener..ingatanku bagus, salam kenal Kelvin. Namaku Andela Yuwono, panggil aja Andela”ucapnya sambil menjulurkan tangannya
Aku menyambut uluran tangannya
“Salam kenal juga..namaku Kelvin”
“Mhmmh… makasih kamu udah mau kenal sama aku, sejauh ini baru kamu yang ramah dan mau tersenyum ke aku” balasku sambil tersenyum
“Mmhh iyakah?” balasnya penasaran sambil menatapku
Aku mengangguk
Sejak saat itu, aku dan Andela menjadi teman dekat
Andela dan aku sering bermain di taman dekat sekolah, karena menurut kami berdua, tempat itu bisa menenangkan hati dan pikiran
Aku juga sering bermain ke rumahnya sekedar untuk mengerjakan tugas sekolah bersama-sama dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya berdua
Di sekolah
Saat aku diganggu/dibully oleh murid-murid yang lain, Andela selalu ada disana untuk melindungiku, tetapi berkat
dia melindungiku, dia jadi ikut-ikutan diledek dan diacuhkan oleh murid-murid lain di kelas
dia melindungiku, dia jadi ikut-ikutan diledek dan diacuhkan oleh murid-murid lain di kelas
“Mmh Ndel, maafin aku, gara-gara kamu selalu lindungin aku, kamu juga jadi gapunya temen deh” ucapku merasa bersalah
Dia malah menggeleng sambil tersenyum
“Gapapa kok, sebenernya sebelum kamu sekolah disini, aku juga mendapat perlakuan yang sama dari mereka” jelasnya
Dan ternyata Andela mengalami hal yang sama, Aku kira Andela adalah siswi yang populer karena dia pintar dan
cantik, tetapi ternyata dia juga tidak punya teman di sekolah..
cantik, tetapi ternyata dia juga tidak punya teman di sekolah..
Dia bercerita kalo setiap hari dia di bully oleh siswi lain, kebanyakan dari mereka meledek dirinya kampungan
karena gaya bicaranya memang sedikit medok karena dia keturunan Jawa
karena gaya bicaranya memang sedikit medok karena dia keturunan Jawa
Dia juga bilang bahwa lebih baik mempunyai satu teman yang setia dan tulus daripada mempunyai seribu teman tapi
teman itu hanya ada pada saat kita senang, saat kita kesusahan, mereka seakan menghilang begitu saja
teman itu hanya ada pada saat kita senang, saat kita kesusahan, mereka seakan menghilang begitu saja
Aku heran karena dia masih bisa tegar kemudian tersenyum dan semangat dalam menjalani hidup, sedangkan aku sedikit
di bully saja sudah mengeluh, bahkan menangis..padahal dia wanita, tetapi dia lebih kuat dan tegar daripadaku yang
merupakan seorang laki-laki
di bully saja sudah mengeluh, bahkan menangis..padahal dia wanita, tetapi dia lebih kuat dan tegar daripadaku yang
merupakan seorang laki-laki
Berkat Andela, aku menjadi semangat dalam menjalani hidup, dia selalu berkata kepadaku meskipun kita selalu
mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Kita harus bisa menerima hal tersebut sebagai motivasi bagi kita untuk maju
lebih baik dari sekarang
mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Kita harus bisa menerima hal tersebut sebagai motivasi bagi kita untuk maju
lebih baik dari sekarang
Dia mengajarkan kepadaku untuk selalu Never Give Up atau pantang menyerah..
Dan dia juga mengajarkanku agar Kebaikan harus dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan harus dibalas dengan kebaikan
juga, karena kita hanyalah manusia.. Yang berhak membalas kejahatan hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai
ciptaan-Nya harus selalu berbuat baik dalam segala hal
juga, karena kita hanyalah manusia.. Yang berhak membalas kejahatan hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai
ciptaan-Nya harus selalu berbuat baik dalam segala hal
Di sekolah..
Aku dan Andela menjadi murid yang berprestasi, itu menjadikan semua murid di kelasku semakin iri, tetapi aku tidak
peduli, lagian siapa suruh mereka tidak belajar melainkan malah sibuk meledek temannya yang lain, padahal kita ini
sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi dan pikiran, seharusnya kita bisa menghargai sesama bukannya
meledeknya
Aku dan Andela menjadi murid yang berprestasi, itu menjadikan semua murid di kelasku semakin iri, tetapi aku tidak
peduli, lagian siapa suruh mereka tidak belajar melainkan malah sibuk meledek temannya yang lain, padahal kita ini
sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi dan pikiran, seharusnya kita bisa menghargai sesama bukannya
meledeknya
Singkat cerita, hari esok merupakan hari pengambilan rapot semester genap atau penentuan naik kelas atau tidaknya ke kelas XII
Saat di rumah, aku berbicara kepada kedua orang tuaku
“Paah, ambilin raport Kelvin ya” pintaku
“Papa sudah janji sama kakakmu Melody kalo Papa yang akan mengambilkan raportnya. Kalian kan beda sekolah” jawab Papaku
“Maah, ambilin raport Kelvin ya” pintaku
“Mama udah janji sama kawan Mama mau ada acara” jawab Mamaku
“Oh gitu ya” balasku dengan kecewa
Aku hanya bisa menangis sendirian di dalam kamar.Tidak ada satupun orang yang mau mengambilkan raportku.
Keesokan harinya saat pengambilan raport
Aku bertemu Andela bersama Papanya yang sepertinya sudah selesai mengambil raport Andela karena Papanya memegang sebuah buku yang depannya bertuliskan “Raport Semester Genap”
“Eh, halo Ndel..gimana raport kamu ?”tanyaku
“Mhmhh bagus Vin..Aku seneng deh, aku ranking 1” balasnya dengan wajah yang berseri-seri
“Waaah syukurlah Ndel, aku ikut seneng” ucapku
Lalu kemudian Papanya berkata
“Kamu temen Andela ya ?” tanyanya
“Hehe iya om” balasku singkat
“Oiya Vin, orang tua kamu mana?” kamu belum ambil raport kan? tanya Andela
“E..eh itu.. Orang tua aku sibuk, jadi ga bisa dateng buat ngambil raport aku deh” ucapku sambil menunduk
Andela terlihat sedih melihat diriku sedih, lalu dia ,menatap kearah Papanya
“Paah… tolong ambilin raport Kelvin yaa Paahh, setidaknya ada wali yang ngewakilin buat ambil raportnya… Andela mohon” ucap Andela memohon
Papanya berpikir sejenak lalu mengangguk
“E..h seriuss Om ? makasih banget ya Om, Ndel.. Aku ga akan lupain kebaikan kalian” ucapku senang karena Papa Andela bersedia mengambilkan raportku
“Waaa makasih Paaaah… Ndel sayang papah! Ga masalah Vin, kita kan teman” ucap Andela sambil tersenyum manis sekali
Tak lama kemudian Papa Andela datang dengan raportku
“Gimana Paah raport Kelvin?” tanya Andela penasaran
“Iya Om gimana?Jelek ya?” tanyaku
“Kamu juara 2 Vin” ucap Papa Andela dengan semangat
“Haah? Beneran Om?” sahutku tak kalah semangat
Ternyata usahaku tidak sia-sia, ini juga berkat Andela yang selalu ada di sampingku untuk memberikan semangat
“Yeaay selamat Vin” ucap Andela sambil memegang tanganku kemudian loncat-loncat kegirangan
“Yeaay..makasih Ndel” balasku singkat
Andela berkata kepadaku kemudian
“Sama-sama Vin..aku seneng banget, ini berkat hasil kerja keras kita selama ini.. Intinya Never Give Up..kita janji ya sama-sama, agar kelak suatu hari nanti kita berdua bisa menjadi sukses” ucapnya lalu menjulurkan jari kelingkingnya
“Hmmh aku janji” balasku lalu mengaitkan jari kelingkingku ke kelingkingnya
Setibanya di rumah, semua orang sedang tertawa ria melihat hasil belajar Kak Melody..
“Gimana hasilnya Vin? Pasti jelek” ucap Kak Melody menyindirku
“Gak kok kak, aku juara 2” ucapku dengan semangat
“Ah, juara 2 di sekolahmu pasti juara terakhir di kelas Melody” ledek Papa padaku
Aku yang mendengarnya hanya kecewa, benar-benar kecewa..
Karena prestasi yang kuraih tak pernah dihargai sama sekali..
Aku sempat berpikir bahwa aku ingin pergi saja dari rumah ini dan pergi ke rumah Andela beserta keluarganya..
Mereka lebih menghargai keberadaanku disana ketimbang keluargaku sendiri
Mereka lebih menghargai keberadaanku disana ketimbang keluargaku sendiri
Dengan kecewa aku langsung menuju kamarku, kuratapi semua ketidakadilan ini.
Aku tidak keluar kamar selama seharian pun tidak ada yang peduli. Semua orang di rumah hanya sibuk dengan
pekerjaannya masing-masing
pekerjaannya masing-masing
Maagku kambuh, rasanya teramat perih dari biasanya
“Oh Tuhan, kuatkan aku” mohonku dalam doa
Kemudian aku melihat kearah jendela, terlihat disana Papa, Mama dan Kak Melody terlihat ingin pergi..
Kulihat mobil Papaku berjalan dan meninggalkan ku sendirian di rumah
Aku memutuskan keluar kamar dan pergi ke dapur sekedar untuk mengisi perut yang lapar ini, beruntung disana ada roti selai coklat..
Kemudian aku memakan roti tersebut
Saat sore hari, Keluargaku sudah pulang, terlihat mereka bahagia sekali
Pada malam hari, saat aku ingin menuju kamarku, aku melihat Kak Melody yang terjatuh tepat di depan kamarnya
“Paa, Maa tolong Kak Melody. Kak Melody pingsan” teriakku
“Apa?Kamu apain sih dia?tanya Papa sinis kepadaku
“Aku, gak ngapa-ngapain Pa” sahutku
“Pasti penyakitnya kambuh lagi Pa, ayo kita bawa ke rumah sakit” ucapku pada Papa
Saat dirumah sakit Dokter bilang bahwa ginjal Kak Melody sudah rusak.Yang aku tahu, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun yang lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal
Aku memutuskan untuk menyumbangkan satu ginjalku ke Kak Melody, tetapi secara diam-diam..
Aku tidak ingin orangtuaku menyayangiku karena telah bersimpati kepadaku yang telah memberikan satu ginjal kepada Kak Melody, Aku hanya ingin kasih sayang tulus dari mereka, entahlah bagaimana caraku mendapatkannya
Di ruang operasi, dokter mengangkat satu ginjalku dan kemudian memberikannya kepada Kak Melody..
Seminggu kemudian, Kak Melody sudah sembuh, sementara tubuhku lemas, aku hanya berada di kamarku
“Akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi, Untung ada pendonor itu” ucap Mama dengan penuh kasih sayang
“Makasih yaa Paa, Maa aku senaaang banget. O iya, Kelvin mana ?entah kenapa aku kangen sama diadan kepikiran dia terus” Tanya Kak Melody
“Ngapain nanyain dia.. dia gamau donorin ginjalnya buat kamu Mel, adik ga tahu diri” ucap Mamaku
“Aku ngerasa aneh aja Maaa.. Kayaknya pendonor itu si Kelvin deh” ucap Kak Melody.
entah diabisa tahu dari mana
entah diabisa tahu dari mana
Papa kemudian memanggilku dan mengajakku keluar ke ruang tamu
“Emang bener Vin, kamu yang donorin ginjal ke Kak Melody?” tanya Mamaku
“Mmhmm.. Iyaa maah” jawabku ragu
“Dijaga ya Kak ginjal aku, semoga dengan ginjal itu kakak bisa berubah yang namanya arti menghargai orang lain” ucapku
Sontak Kak Melody menangis dan langsung memelukku
“Maafin kakak ya Vinn.. Kakak selalu ga perhatian sama kamu dan selalu marahin kamu” ucapnya sambil menangis
“Gapapa kok Kak” balasku singkat
Dan kemudian giliran Papa Mamaku yang meminta maaf, dan akhirnya hari-hari berikutnya aku bisa merasakan kasih
sayang dari Papa dan Mama yang selama ini aku idam-idamkan
sayang dari Papa dan Mama yang selama ini aku idam-idamkan
Mereka sudah berubah dan sekarang aku tidak merasa dikucilkan lagi di rumah
Aku kembali bersekolah di kelas XII..
Aku melewati semua cacian dan makian bersama Andela yang masih saja aku terima dari murid-murid disana..
Aku dan Andela tidak memperdulikan mereka dan tetap belajar dengan serius untuk menggapai cita-cita
Andela berkata
“Biarin aja Vin, mereka mau ledek kita kaya apa…Yang penting kita balas dengan senyuman.. Liat aja deh roda kehidupan terus berputar, mereka bisa saja sekarang diatas, tetapi di masa depan…. Belum tentu mereka ada di tempat itu.. Semangat!! Never Give Up!” ucapnya menyemangatiku
“Iya, Never Give Up” balasku sambil tersenyum
Aku merasakan hal yang berbeda ketika di dekat Andela, aku ingin sekali menyatakan kalau aku mencintainya dan ingin menjadi pacarnya
Tetapi aku mengurungan niatku, karena menurutku menjadi sepasang teman seperti ini lebih baik daripada menjadi sepasang kekasih
Andela’s POV
Aku melihat seorang pria yang sepertinya murid baru di sekolahku, aku harap aku bisa menjadi temannya..
Aku tersenyum saat dia memperkenalkan diri
Aku tersenyum saat dia memperkenalkan diri
“Oooh namanya Kelvin.. Lucu juga hihi” batinku
Saat waktu istirahat, aku sendirian pergi ke kantin..
Karena memang aku tidak mempunyai teman sama sekali di sekolah, mereka terus saja meledekku dengan panggilan “Gadis
Kampung” lah atau sekedar meledek logat bahasaku yang terkesan medok
Kampung” lah atau sekedar meledek logat bahasaku yang terkesan medok
Tetapi aku menghadapi semua itu dengan tabah..
Karena menurutku cacian dan hinaan mereka merupakan motivasi bagiku untuk bisa lebih baik lagi..
Setelah aku dari kantin, aku kembali ke kelasku..
Disana aku melihat murid baru yang tadi sedang duduk sendirian di lantai, aku melihat hidungnya berdarah..
Aku mendekatinya dan melap darah yang keluar dari hidungnya
Dia memalingkan wajahnya yang penuh dengan darah dan air mata, sepertinya dia tidak mau terlihat menangis di depan seorang wanita…
“Jangan malu..” bujukku
“Kamu sama saja seperti mereka, mencemoohku, iya kan ? Tertawa saja sepuasmu!” ucapnya yang sepertinya dia mengira
aku orang jahat
aku orang jahat
Aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum kearahnya
“Halo, kamu murid baru yang tadi kan, kalo gasalah nama kamu Kelvin?” Tanya ku membuka pembicaraan
Dia hanya mengangguk
Aku merasakan bahwa pria ini sangat unik..dan aku mulai tertarik kepadanya
“Waaa aku bener..ingatanku bagus, salam kenal Kelvin. Namaku Andela Yuwono, panggil aja Andela”ucap ku memperkenalkan diri dan menjulurkan tangan ku mengajak bersalaman
Dia menyambut uluran tanganku
“Salam kenal juga..namaku Kelvin Mhmmh… makasih kamu udah mau kenal sama aku, sejauh ini baru kamu yang ramah dan mau tersenyum ke aku” balasnya sambil tersenyum
Aku berpikir, ternyata ada juga orang yang bernasib sama sepertiku, aku kira hanya diriku saja
“Mmhh iyakah?” tanyaku penasaran sambil menatapnya
Dia mengangguk
Sejak saat itu, aku dan Kelvin menjadi teman dekat
Aku dan Kelvin sering bermain di taman dekat sekolah, karena menurut kami berdua, tempat itu bisa menenangkan hati dan pikiran
Dia juga sering bermain ke rumahku sekedar untuk mengerjakan tugas sekolah bersama-sama dan melakukan kegiatan menyenangkan lainnya berdua
Di sekolah
Saat Kelvin diganggu/dibully oleh murid-murid yang lain, Aku selalu ada disana untuk melindunginya, tetapi berkat aku melindunginya, aku jadi ikut-ikutan diledek dan diacuhkan oleh murid-murid lain di kelas
Saat Kelvin diganggu/dibully oleh murid-murid yang lain, Aku selalu ada disana untuk melindunginya, tetapi berkat aku melindunginya, aku jadi ikut-ikutan diledek dan diacuhkan oleh murid-murid lain di kelas
Tetapi tidak apa-apa, begitu pikirku..
Untuk apa berteman dengan mereka yang kerjaannya hanya meledek murid baru, meledeknya keroyokan lagi..menurutku itu tindakan pengecut
“Mmh Ndel, maafin aku, gara-gara kamu selalu lindungin aku, kamu juga jadi gapunya temen deh” ucapnya merasa bersalah
Aku menggeleng sambil tersenyum
“Gapapa kok, sebenernya sebelum kamu sekolah disini, aku juga mendapat perlakuan yang sama dari mereka” jelasku kepada Kelvin
Dia terlihat berpikir sejenak dan kemudian tersenyum kearahku
“Senyumnya manis” batinku
Sepanjang kita dekat, aku selalu bilang kepada Kelvin untukselalu semangat dalam menjalani hidup, Aku selalu
berkata kepadanya meskipun kita selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Kita harus bisa menerima hal tersebut
sebagai motivasi bagi kita untuk maju lebih baik dari sekarang
berkata kepadanya meskipun kita selalu mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Kita harus bisa menerima hal tersebut
sebagai motivasi bagi kita untuk maju lebih baik dari sekarang
Aku mengajarkan kepadanya untuk selalu Never Give Up atau pantang menyerah..
Dan aku juga mengajarkannya agar Kebaikan harus dibalas dengan kebaikan, dan kejahatan harus dibalas dengan
kebaikan juga, karena kita hanyalah manusia.. Yang berhak membalas kejahatan hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kita
sebagai ciptaan-Nya harus selalu berbuat baik dalam segala hal
kebaikan juga, karena kita hanyalah manusia.. Yang berhak membalas kejahatan hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kita
sebagai ciptaan-Nya harus selalu berbuat baik dalam segala hal
Aku sangat senang bisa mempunyai teman seperti Kelvin, dan aku juga sayang kepada keluargaku..karena meskipun aku mendapat perlakuan yang buruk dari kebanyakan murid sekolah, tetapi di rumah aku disayangi dengan tulus oleh kedua orangtuaku
Di sekolah..
Aku dan Kelvin menjadi murid yang berprestasi, aku sangat senang sekali..
Usaha keras dari kita berdua untuk pantang menyerah benar-benar tidak mengkhianati..
Aku dan Kelvin menjadi murid yang berprestasi, aku sangat senang sekali..
Usaha keras dari kita berdua untuk pantang menyerah benar-benar tidak mengkhianati..
Saat bagi raport pun aku mendapat peringkat pertama.
Papaku yang mengambilnya
Papaku yang mengambilnya
Saat aku dan Papaku ingin pulang
Aku melihat Kelvin dari kejauhan..
Dia sepertinya sendirian, aku sempat heran, dimana orangtuanya
Aku melihat Kelvin dari kejauhan..
Dia sepertinya sendirian, aku sempat heran, dimana orangtuanya
“Eh, halo Ndel..gimana raport kamu ?”tanyanya membuka pembicaraan
“Mhmhh bagus Vin.. Aku seneng deh, aku ranking 1” balasku
“Waaah syukurlah Ndel, aku ikut seneng” ucapnya
Lalu kemudian Papaku menghampiri Kelvin dan berkata
“Kamu temen Andela ya ?” Tanya Papaku
“Hehe iya om” balasnya singkat
Aku memutuskan untuk bertanya kepadanya mengenai dimana orangtuanya
“Oiya Vin, orang tua kamu mana?” kamu belum ambil raport kan? tanyaku
“E..eh itu.. Orang tua aku sibuk, jadi ga bisa dateng buat ngambil raport aku deh” ucapnya sambil menunduk
Aku sangat kasihan melihatnya, aku pikir orang tuanya tidak peduli terhadapnya sehingga raportnya saja tidak ada yang mengambil
Aku mendapat ide agar papaku saja yang mewakilkan orangtua Kelvin untuk mengambil raportnya, aku menatap Papaku
“Paah… tolong ambilin raport Kelvin yaa Paahh, setidaknya ada wali yang ngewakilin buat ambil raportnya… Andela mohon” ucapku memohon sambil memegang tangan Papaku
Papa berpikir sejenak lalu mengangguk
“E..h seriuss Om ? makasih banget ya Om, Ndel.. Aku ga akan lupain kebaikan kalian” ucap Kelvin senang karena Papaku bersedia mengambilkan raportnya
“Waaa makasih Paaaah… Ndel sayang papah! Ga masalah Vin, kita kan teman” balasku lalu tersenyum
Tak lama kemudian Papaku datang dengan raport Kelvin
“Gimana Paah raport Kelvin?”tanya ku penasaran
“Iya Om gimana?Jelek ya?tanya nya
“Kamu juara 2 Vin” ucap Papaku dengan semangat
“Haah? Beneran Om? sahutnya tak kalah semangat
“Yeaay selamat Vin” ucap ku sambil memegang tangannya kemudian aku loncat-loncat kegirangan
Aku sedikit malu dan pipiku sepertinya memerah saat memegang tangannya tadi
“Yeaay..makasih Ndel” balasnya singkat
Aku berkata kepadanya kemudian
“Sama-sama Vin..aku seneng banget, ini berkat hasil kerja keras kita selama ini.. Intinya Never Give Up..kita janji ya sama-sama, agar kelak suatu hari nanti kita berdua bisa menjadi sukses” ucapku lalu menjulurkan jari kelingkingku
“Hmmh aku janji” balasnya lalu mengaitkan jari kelingkingnya ke kelingkingku
Perasaan aku saat itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata..
Entah kenapa aku sangat menyukai senyum dari Kelvin
“Aaaakk ada apa ini, apakah ini yang namanya jatuh cinta?” batinku
Satu bulan kemudian
Aku menginjakkan kakiku di kelas XII
Aku melewati semua cacian dan makian bersama Kelvin yang masih saja aku terima dari murid-murid disana..
Aku dan Kelvin tidak memperdulikan mereka dan tetap belajar dengan serius untuk menggapai cita-cita
Aku dan Kelvin tidak memperdulikan mereka dan tetap belajar dengan serius untuk menggapai cita-cita
Aku berkata
“Biarin aja Vin, mereka mau ledek kita kaya apa…Yang penting kita balas dengan senyuman.. Liat aja deh roda kehidupan terus berputar, mereka bisa saja sekarang diatas, tetapi di masa depan…. Belum tentu mereka ada di tempat itu.. Semangat!! Never Give Up!” ucapku menyemangatinya
“Iya, Never Give Up” balasnya sambil tersenyum
Kelvin’s POV
10 tahun kemudian
“Paapaaa, paapaa” teriak seorang anak kecil laki-laki berumur 5 tahun memanggilku..
Ya, dia adalah anak kandungku dengan Andela, seorang wanita yang bisa dikatakan berpengaruh banyak dalam kehidupanku,,
Dia yang menyemangatiku ketika aku sedang frustrasi menjalani hidup ini, seorang wanita yang selalu berkata “Never Give Up”, seorang wanita yang telah membuatku jatuh cinta dengan senyumannya yang tulus
“Ada apa sayang?” tanyaku ke anakku yang bernama Krishna
“Mau beelii mainan Paaah” ucapnya manja
“Ga mau ah” candaku ke anakku
“Huaaa Maamaaa, Paapaa jahat” balasnya mengadu ke Andela
“Iissh kamu ini, beliin ga mainan buat anak kita… aku ngambek nih” ucap Andela sambil memanyunkan bibirnya
“Hehe iya-iya canda sayang… udah jadi istri masih aja ngambekan huu” ucapku sambil mencubit pipinya
“Issh sakit” balasnya sambil mengelus pipinya
“Sini sayang” ucapku sambil meraih anakku lalu menggendongnya
“Iyaa..ntar Papa beliin kamu mainan yaa, abis papa pulang kerja, jangan nangis dong.. Udah yaa kamu jangan nakal sama Mama” ucapku lalu menyerahkan anakku ke pangkuan Andela
Aku kemudian pergi untuk bekerja
“Hati-hati kamu bawa mobilnya..dadah” ucap Andela
Aku mengangguk dan kemudian mencium kening Andela dan anakku Krishna
Aku sekarang menjadi direktur utama di sebuah perusahaan di Jakarta..
Inilah aku, yang dulu selalu kalian ledek sebagai orang miskin dan jelek, dengan bermodalkan semangat dan pantang menyerah..
Aku bisa menjadi orang yang sukses
“Paak, ada office boy baru yang mau ngelamar disini” ucap asisten kerjaku
“Baiklah, suruh dia masuk” ucapku
Terlihat seorang laki-laki kurus, dan sepertinya wajahnya tidak asing lagi bagiku, aku masih bisa mengingatnya dengan jelas..
Dia adalah laki-laki yang sombong saat aku sekolah di SMK dulu, yang merupakan anak pemilik sekolah, yang selalu meledek dan mencaci maki aku dengan Andela
THE END
Untuk para pembully, anda menindas orang lemah bukan berarti anda hebat, melainkan anda hanyalah seorang pecundang sejati yang tidak tahu artinya perjuangan hidup. Roda kehidupan akan terus berputar, kadang di bawah dan kadang diatas, jadi janganlah terlalu membanggakan diri ketika anda sedang di atas..
Apa yang kalian tanam, itulah yang kalian petik
Ini sebenarnya cerita fiksi, bukan gw yang ngalamin, tapi ada di sekolah gw, dia di bully kaya gini, cuma karena dia cupu, jelek, ga pinter bukan berarti dia bisa di ledek gitu aja. Kita sesama makhluk ciptaan Tuhan, buat apa ngeledek satu sama lain, toh ga ada untungnya yang ada malah nambah dosa, so semoga ga ada lagi kasus bully kaya gini di Negara Indonesia..
Rise Above Hate
Thanks to my oshi Andela, and also John Cena for his “Never Give Up” words








