Minggu, 19 Juli 2015

WWE Battleground 2015 prediction


  July 19th 2015, St Louis Missouri, Battleground Pay-per-view are back..

On this third annual, we have six matches, one take place at Kick-off show..
Let's start !

1st match. King "What's Up" R-Truth vs King Barrett



 As we all know from the couple weeks on RAW, they always have a match..

In the wake of the King of the Ring tournament, the issues between the Superstars have intensified. Truth scored a pre-show match victory over Barrett and immediately began referring to himself as "King What's Up."

Tonight, King Barrett I think will beat R-Truth in a quick way, if WWE make Barrett lose, that's not funny at all.. 

Prediction : King Barrett


2nd match. The Prime Time Players vs New Day for The WWE Tag Team Championship



It's all started from Elimination Chamber, in this situation I think, Prime Time Players will retains their tag title, I don't think so if WWE to stop their reign so quickly

Prediction : The Prime Time Players


3rd match. Randy Orton vs Sheamus


Ever since Orton was attacked on Sheamus couple weeks ago, The Viper make his returns on RAW and wants some revenge on Mr. Money In The Bank, we will see how physical this match would be..

To predict, of course I think Orton should be walk out as winner, He is the hometown boy..
The crowd will be cheering for him.. RKO for sure will come to the White Irishment

Prediction : Randy Orton


4th Match. Roman Reigns vs Bray Wyatt


They started to feud just back into Money In The Bank Pay-Per-View last month, Reigns just a fingertips away from grabbing the MITB briefcase, but somehow.. The New Face Of Fear Bray Wyatt change everything and buried Reigns dream

Reigns was so angry and wants some revenge tonight, the feud continues as Bray always shows up on titantron and sending a weird message to Roman Reigns.

In this case, it's hard to choose..
but Reigns will comes out victorious 

Prediction : Roman Reigns


5th Match. John Cena vs Kevin Owens for The United States Championship


This would be a final chapter for both after they had clashed twice at Chamber and Money In The Bank..

For Cena, The United States is a symbol of excellences, he fought hard to defend that title, Owens, after lost The NXT Title to Balor, he wants so badly The United States Champion, but Cena will fight and make sure the title goes to the right person and that person named John Cena..

So, Cena will win this match in my view, we will get a great match from these superstars like they did at Chamber or Money In The Bank

Prediction : John Cena

6th Match. Main event
Brock Lesnar vs Seth Rollins for The WWE World HEavyweight Championship



Started at WrestleMania, when Rollins cashed in his MITB Briefcase but he was not pinned Lesnar that time..

Lesnar was so mad, he wants rematch the night after on RAW, but Rollins refused..
Lesnar out of control and just crushing all, cameraman, Michael Cole and both JBL Booker T, Steph suspending him.. 

Until he was returns on Raw after MITB and demanding his rematch clause at Battleground, we have saw the Suplex City over and over come every single Monday..

Suplex City tonight is going to St Louis for sure, even The Cadillac can't stop the Beast in his beast mode.

If this match going clean (but impossible) Kane, and J&J Security maybe help Rollins to survive from Beast..
But I still sure, Brock Lesnar will walk out as The New Champion tonight as Rollins prepares to a feud with Triple H (maybe)

Prediction : Brock Lesnar

Don't forget to watch it tonight #WWEBattleground








AndElaine



Sahabat...

Itulah kata yang bisa mendeskripsikan kedua wanita ini, mereka merupakan teman akrab dari semasa kecil, hingga sekarang mereka menginjak kelas VII SMP di sebuah sekolah di Jakarta

Yang pertama adalah wanita keturunan Jawa, lahir di Solo..
nada bicaranya masih sangat khas dan medok akan logat Jawanya..

Namanya adalah Andela Yuwono, postur badannya tinggi rambut panjang terurai dan memiliki senyuman yang manis, sementara nama teman satunya adalah Elaine Hartanto, wanita ini sangat menyukai segala hal yang berbau bebek, mulai dari boneka, makanan, baju, semuanya bernuansa bebek..
Entah kenapa dia bisa seperti itu..

Berbeda dengan Andela yang postur badannya tinggi, Elaine sebaliknya..
Tingginya hanya seleher Andela, bahkan di kelas dia juga dijuluki si "Bebek Pendek"

Teman-teman sekelasnya sering mengejeknya seperti itu, tetapi selalu ada Andela yang membelanya, dia rela dirinya ikut di bully demi membela sahabatnya itu.

"Makasih ya Ndel, kamu selalu baik sama aku" ucap Elaine

"Ga masalah kali Len...
kita kan sahabat, kamu juga udah banyak banget berbuat baik sama aku semenjak kita kecil dulu"

Elaine menanggapinya dengan tersenyum
Andela atau Elaine sering menyebut mereka berdua sebagai AndElaine..

Kemana-mana mereka selalu bersama, baik itu pergi ke kantin, ataupun jalan-jalan di komplek rumah..

Berbicara soal asmara, keduanya juga lebih memilih untuk jomblo atau tidak mempunyai pacar, menurut mereka berdua, cowok mungkin akan menghancurkan persahabatan mereka..

Jadi untuk saat ini mereka nyaman dengan hidupnya, sahabat lebih penting daripada seorang pacar, begitu prinsip mereka

Sebenarnya di sekolah, banyak cowok yang mendekati Andela, tapi Andela menolaknya dengan halus karena beralasan untuk fokus sekolah
Pada suatu pagi, ada kabar yang menyatakan bahwa akan ada murid baru, sontak seisi kelas membicarakan siapakah murid baru itu, cowok atau cewek dan lain sebagainya

"Eh Len, emang ada murid baru ya?" Andela bertanya saat dia duduk disamping Elaine

"Mmh.. katanya sih gitu" balas Elaine

"Eh-eh kira-kira murid baru cewek apa cowok ya ?" tanya Andela lagi

"Mmh.. gatau deh.. menurut aku sih cowok" jawab Elaine

Bel masuk berbunyi

Ibu guru Melody membawa seorang murid..
Ya dia adalah seorang laki-laki..
Tepat seperti dugaan Elaine
"Anak-anak kita kedatangan murid baru dari Tangerang..
Ibu mohon kalian bisa berteman dengannya..
silakan perkenalkan diri kamu" ucap Bu Guru Melody mempersilahkan

"Hmh.. Halo semua, perkenalkan namaku Kelvin Mandala Putra, kalian bisa manggil aku Kelvin..
aku pindahan dari SMP 4 Tangerang..
Mohin bantuannya" Kelvin memperkenalkan diri sambil terakhir membungkukkan badan untuk memberi hormat

"Salam kenal Kelvin" balas semua murid

Ibu Guru Melody menyuruh Kelvin untuk duduk di kursi belakang AndElaine..
karena kebetulan hanya di kursi itu yang kosong
Kelvin berjalan kearah belakang, lalu duduk tepat di belakang AndElaine

Pelajaran dimulai, Kelvin fokus mendengarkan apa yang Ibu Guru Melody jelaskan di papan tulis, sementara Andela  sedikit tertarik melihat cowok itu dan menengok kearah belakang

"Astaga, kenapa dada aku berdebar kencang gini" Andela merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat Kelvin

Kelvin menyadari jika Andela melihat kearahnya

"Eh.. haii, nama kamu siapa ?
Aku Kelvin" Kelvin menatap mata Andela sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan"
"Eh..i..iiya.. na..ma... namaku Andela" ucap Andela gugup karena dipandang dengan jarak yang cukup dekat oleh Kelvin

"Ooh Andela..
salam kenal" Kelvin lalu tersenyum

Lagi, Andela merasakan perasaan yang berbeda saat Kelvin tersenyum tadi
 
Memang, Kelvin memiliki tubuh yang ideal, dia putih, wajahnya tampan..
rambutnya rapi..
sinar matanya menyorotkan tatapan lembut dan senyumannya juga sangat manis

Andela membalas dengan senyuman juga dan kemudian membalikkan badannya kembali menghadap ke depan
Andela sedikit berbisik ke Elaine

"Len, kamu ga kenalan sama anak baru itu ?" bisik Andela..

"Nanti aja pas istirahat" balas Elaine

*skip

Waktu istirahat..

"Aku Elaine" Elaine tiba-tiba menghampiri meja Kelvin

Dia mengulurkan tangannya

"Eh.. iya..
aku Kelvin, salam kenal Elaine" balas Kelvin tersenyum

Hari-hari berlalu, Kelvin berteman dengan Andela dan Elaine...
Mereka sering pergi ke kantin bertiga dan belajar bersama di kelas
Semakin hari juga Kelvin dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, dia mendapatkan banyak teman dan langsung menjadi murid populer yang terkenal di kalangan wanita..

Banyak wanita dari kelas lain ataupun dari kelasnya yang mendekatinya..
Kelvin menanggapi mereka dengan ramah

Sementara itu, Elaine dan Andela entah kenapa sedikit merasa iri karena Kelvin sudah jarang berkomunikasi dengan mereka berdua

"Iih Kelvin sombong sekarang, jarang ngomong sama kita" gerutu Andela kepada Elaine saat dijalan pulang

"Ga boleh gitu Ndel..
ya wajar, teman dia banyak sekarang" balas Andela
"Iya banyak..
banyakan cewenya" ucap Andela

"Ciee Andela cemburu" goda Elaine

"Iiih Ilen apaan sih" Andela tersipu malu

"Hahaha" Elaine hanya bisa tertawa

*

Keesokan harinya di sekolah

Ada seorang wanita menembak Kelvin, aneh memang, seharusnya pria yang menembak wanita, tetapi ini malah sebaliknya

Andela dan Elaine baru saja memasuki kelas, mereka berdua bingung ada kejadian apa di kelasnya ini
"Terima, terima" begitulah teriakan kebanyakan murid

Kelvin membuka suara

"Maaf, aku gabisa nerima kamu..
aku belom mau pacaran..
kita masih bisa menjadi teman" ucap Kelvin dengan sopan

Wanita yang ditolak itu sempat menangis sebentar sebelum akhirnya dia mengerti alasan Kelvin dan dapat menerima keputusannya

"Yaaah" seisi kelas berteriak kecewa

Bel masuk berbunyi

Murid berhamburan balik ke tempat duduk masing-masing

AndElaine berjalan ke tempat duduknya
"Pagi Ndel, Len" sapa Kelvin

"Pagi" balas mereka bersamaan

"Ciee yang abis ditembak" goda Elaine

"Ga aku terima kok Len" ucap Kelvin

"Kenapa?" tanya Andela cepat

"Gapapa, lagi gamau pacaran aja" jawab Kelvin

"Oiya, dari semenjak kita ketemu, aku belum nanya..
kalian udah punya pacar?" tanya Kelvin sambil matanya menatap mereka berdua

"Belum" balas Elaine

"Kepo" Andela menjulurkan lidahnya

"Iih nyebelin nih anak satu, Elaine aja
jawab baik-baik..
huu dasaar" Kelvin berusaha mencubit pipi Andela...

"Iih sakit Kelvin, lepas" Andela berusaha melepaskan cubitan Kelvin dari pipinya

"Belum, belum..
aku belum punya pacar" sambung Andela

Kelvin melepaskan cubitannya

Dia manggut-manggut sambil ber"Oh"ria

"Bagus deh" kata Kelvin

"Bagus ?" Andela bingung

"Ya bagus, jadi bukan aku doang yang jomblo kalian juga, ahhaha" ucap Kelvin
"Iiih dasar nyebeliiin" ucap Andela

Kelvin, Andela, Elaine semakin dekat, mereka selalu bertiga kemana-mana hingga sekarang ini mereka duduk di bangku SMA kelas XII

Mereka tumbuh menjadi dewasa, sudah 5 tahun lebih mereka bersahabat

Semakin kesini, Andela tidak bisa memendam perasaannya lagi lebih lama..
Jika merasa di dekat Kelvin, dirinya merasa nyaman

"Duuh.. apakah ini yang namanya jatuh cinta?" pikir Andela dalam hati

"Heii.. Ndell..
kok bengong ?" Kelvin membuyarkan pikiran Andela
"Eh.. nggak kok nggak, oiya Elaine mana?" tanya Andela..

"Ada di kantin" balas Kelvin

Tak lama kemudian Elaine datang

"Niih aku beli minum buat kalian" Elaine memberikan dua botol air mineral kepada Kelvin dan Andela

"Waah makasih Len" ucap Kelvin tersenyum

"Sama-sama Vin" balas Elaine

*skip

Lama kelamaan Elaine juga mulai suka terhadap Kelvin.
Dia sendiri tidak tahu mengapa dia seperti itu..
rasa cinta itu timbul begitu saja
Suatu hari mereka bertiga sedang berada di taman

"Vinn vin, mau beli es kriiim" ucap Andela manja sambil menarik-narik kemeja Kelvin

"Eh... iya-iya ayo beli..
Len ? kamu mau ?" tanya Kelvin

"Ngga deh kalian aja" jawab Elaine

Kelvin mengangguk kemudian pergi membeli es krim bersama Andela

Setelah selesai, mereka kembali ke kursi dimana Elaine duduk, mereka berdua makan es krim di dekat Elaine

"Eh, Len.. nih es krim aku buat kamu aja" ucap Kelvin

"Eh.. gausah Vin,buat kamu aja..
aku gasuka es krim" kata Elaine
berbohong..

Sebenarnya Elaine sangat menyukai Es Krim, tetapi berhubung Elaine tidak ingin menganggu Kelvin dan Andela, dia memilih menolak dan pulang dari taman itu

"Eh, aku baru sadar, aku harus bantu mamaku di rumah.. aku duluan ya Ndel Vin" pamit Elaine

"Iya Len" balas Andela singkat

"Eh.. kok mendadak sih ? tanya Kelvin

Elaine membalas dengan anggukan

Elaine mengira jika Andela menyukai Kelvin, jadi dia lebih memilih untuk mengalah demi sahabatnya itu

"Aku tau Ndel, kamu cinta sama Kelvin..
jadi biarkan kalian berdua meskipun aku juga mencintai Kelvin" batin Elaine dalam hati.

Elaine juga sebenarnya diam-diam memendam perasaan suka terhadap Kelvin, entah kenapa rasa itu muncul dengan sendirinya seiring kedekatan mereka sebagai sahabat

Setelah kepergian Elaine, Andela merengek untuk pergi ke bioskop karena dia ingin sekali menonton salah satu film

"Vin vin.. kita ke mall yuk, temenin aku
nonton" lagi-lagi sifat Andela keluar..
Andela kembali merengek sambil menarik-narik kemeja Kelvin

Kelvin menggelengkan kepalanya sejenak karena tidak habis pikir akan sifat manja Andela
"Haduh Ndel..
kamu tuh manja banget dari kita SMP sampe sekarang udah mau lulus SMA tetep aja gitu" keluh Kelvin

"Hehe.. gapapa dong wlee" Andela menjulurkan lidahnya

Memang sifat Andela dan Elaine ada perbedaan di pola pikirnya, jika Elaine sudah berpikir matang dan sepertinya terlihat dewasa sementara Andela kebalikannya bersifat kekanak-kanakan dan manja.

"Yaa yaa yaa.. pliss ???
ayo temenin aku nonton" seru Andela memaksa Kelvin

Kelvin sudah sangat sulit untuk menolak keinginan sahabatnya itu, jika ditolak pasti dirinya akan ngambek..
Kelvin menghela nafas panjang

"Iya iya..
aku temenin" ucap Kelvin akhirnya menyetujui ajakan Andela
             
"Yeaay makasih..
kamu baik banget" Andela kegirangan layaknya anak kecil yang baru dibelikan balon

Kelvin dan Andela kemudian pergi ke salah satu mall di dekat sana.

Selama dalam mall, Andela terus menggandeng tangan Kelvin layaknya orang pacaran, Kelvin membiarkannya saja karena kejadian itu bukan sekali terjadi melainkan sudah sering jika dia dan Andela atau Elaine pergi ke mall

*skip
Setelah kejadian di taman itu, Elaine mulai menjauhi Andela dan Kelvin, mereka tidak seperti dulu yang selalu bersama bertiga kemanapun mereka pergi

Di sekolahpun Elaine menjaga jaraknya dengan kedua temannya itu..

"Eh Ndel, kamu ngerasa ga sih kalo Elaine makin lama ngejauhin kita ?" tanya Kelvin

"Mmh... Iya, aku juga ngerasa hal yang sama" jawab Andela

Kelvin kemudian berpikir sejenak sebelum dia memutuskan untuk menanyakan hal ini kepada orangnya langsung..

Saat itu Elaine sedang duduk sendirian di bangku kantin
Kelvin bergegas pergi ke kantin

"Kamu mau kemana Vin?" tanya Andela

"Kantin, nyari Elaine" jawab Kelvin

"Len" Kelvin lalu duduk di samping Elaine

"Eh Kelvin.. ngapain kesini, temenin Andela sana" ucap Elaine sedikit ketus

"Ciee ceritanya cemburu nih ?? goda Kelvin

"Iiih apaan, engga kok...
kege eran kamu" seru Elaine dengan muka memerah

"Kamu kenapa sih, akhir-akhir ini keliatan ngejauhin aku sama Andela ? tanya Kelvin menuntut penjelasan
"Mmh.. Gapapa kok, aku cuma sibuk aja, jadi ga bisa sering-sering ngumpul bareng kalian" ucap Elaine berbohong

"Beneran ?"

Elaine mengangguk

"Mmh.. oke deh kalo gitu" ucap Kelvin

"Sana balik ke kelas lagi" suruh Elaine

"Iya-iya..
yaudah aku duluan ya kekelas" Kelvin berlari sambil melambaikan tangannya kearah Elaine

Sesampainya di kelas

"Gimana Vin, Elaine kenapa? tanya Andela penasaran

"Dia gapapa kok, katanya cuma lagi ga ada waktu aja buat kumpul sama kita"
jelas Kelvin
                                           
Andela manggut-manggut

*skip

Saat di rumah, Kelvin terus memikirkan tentang Elaine yang semakin lama semakin menjauhinya dengan Andela

"Elaine kenapa ya?" batin Kelvin dalam hati

Kemudian, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Elaine pada hari itu

Sesampainya ia disana

"Elaine, Elainee !!" teriak Kelvin dari depan rumah

Tak lama kemudian Elaine keluar rumah
"Eh.. Kelvin ada apa?" tanya Elaine

"Mhm.. aku mau ngomong sesuatu sama kamu..
tapi ga disini.. ayo" Kelvin menarik tangan Elaine

"E..eh tapi Vin"

"Udah ga ada tapi-tapian"

Kelvin membawa Elaine ke suatu tempat

"Hei.. kita mau kemana ?" tanya Elaine bingung

"Kita ke taman" jawab Kelvin

Sesampainya mereka di taman

"Kamu ada apa ajak aku kesini?" tanya Elaine bingung
Kelvin memegang kedua tangan Elaine

"Ehh" muka Elaine memerah karena tangan Kelvin memegang tangannya

"Aa..A.ndela bisa marah kalo liat ini" ucap Elaine yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kelvin

"Eh marah ? kenapa ? tanya Kelvin

"Mhmh.. i..it..ittu, An..andela cinta sama kamu" ucap Elaine dengan tergagap

"Emmh.. benarkah ?" tanya Kelvin

Elaine mengangguk

"I..i.iya, dia pernah ngomong ke aku"

*FlashBackOn*
Saat itu Elaine sedang bermain ke rumah Andela, mereka berdua sedang belajar bersama untuk Ujian Sekolah nanti..

"Len?" tanya Andela di sela-sela mereka belajar

"Iya Ndel?"

"Mhmh.. aku salah ga kalo jatuh sama seorang cowok?" tanya Andela

"Iiih, itu normal kali Ndel..
ya ngga salah lah" jawab Elaine

"T..ta..pi a..ku takut persahabatan kita nanti bisa hancur gara-gara cowok" ucap Andela..

"Nggak kok, meskipun kamu misalnya pacaran dan jarang punya waktu buat kita bersama gini..
aku gapapa, asalkan kamu senang"
"Benarkah ?" tanya Andela lagi

Elaine mengangguk

"Emangnya siapa siih cowok itu yang buat seorang Andela jatuh cinta?" goda Elaine

"Gatau kenapa aku selalu nyaman dekat dia, perasaan aku udah ga bisa dipendam lebih lama lagi, t..tapi aku ga tau dia juga cinta sama aku apa nggak" nada bicara Andela menjadi sedih

Wajahnya tertunduk

"Hei.. jangan sedih gitu, aku yakin dia juga punya perasaan yang sama kaya kamu" ucap Elaine menyemangati

Andela hanya mengangguk lemah, air matanya kemudian menetes dan membasahi pipinya
Elaine pun memeluk sahabatnya itu dan menyeka air matanya

Setelah Andela sudah sedikit tenang dan berhenti menangis..
Elaine membuka pembicaraan kembali

"Kalo aku boleh tau, siapa cowok yang kamu suka itu?" tanya Elaine

"Kelvin" jawab Andela singkat

DEG
Hati Elaine serasa tersambar petir, dia merasakan sakit yang amat sangat di dadanya..
Sebenarnya dirinya juga sangat menyukai sahabatnya itu tetapi ternyata Andela juga menyukainya

Perasaan Elaine bercampur aduk, antara senang dan sedih, senang karena Andela akan melepas status jomblonya
dan sedih karena cowok yang disukai sahabatnya adalah cowok yang sama yang sudah membuat dirinya jatuh cinta

"Hei.. Len kenapa bengong?" tanya Andela membuyarkan lamunan Elaine

"Eh..a...aku ..ga..papa kok" jawab Elaine terbata

"Kamu suka sama Kelvin sahabat kita ?" tanya Elaine memastikan

"Iya Len..
sebenarnya sejak SMP waktu itu, pas dia jadi anak baru disekolah kita..
aku udah ngerasain hal yang berbeda di hati, dan entahlah perasaan itu semakin besar hingga kita kelas 3 SMA sekarang" jelas Andela

"O..iya menurut kamu, Kelvin suka juga nggak ya sama aku?" tanya Andela
"Mmh.. k.kalo soal itu..
aku yakin kok dia juga suka sama kamu" jawab Elaine tersenyum

Senyuman itu hanyalah sebagai penutup rasa sakit di dalam hatinya..

*FlashbackOff*

"A..aku ba..ru tau kalo Andela suka sama aku" kata Kelvin tidak menyangka

Elaine menunduk, air matanya menetes

"M..ma..kanya itu, kamu samperin dia gih, dia cinta banget sama kamu dan aku yakin kamu cinta juga sam....

"Ssst" Kelvin meletakkan jari telunjuknya di bibir Elaine

Elaine terkejut akan hal itu
"Len" Kelvin malah kembali memegang kedua tangan Elaine

Mata Elaine masih berkaca-kaca

"A...aku ga cinta sama Andela..
sebenernya aku itu cinta sama kamu Len..
kamu mau ga jadi pacar aku?" Kelvin mulai berlutut sambil memegang tangan kanan Elaine

Elaine tidak percaya dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya
Air matanya malah semakin deras menetes

Tetapi entah kebetulan atau tidak, Andela sedang berjalan-jalan di sekitaran taman itu sendirian, dan tanpa sengaja ia melihat Kelvin memegang tangan Elaine sambil berlutut
"El..llaainee" seru Andela

Elaine terkejut mendengar suara Andela, dia menengok kearah Andela dan buru-buru melepaskan tangan Kelvin dari tangannya

"Eh.. Ndell"

"A..aku ga nyangka kamu kaya gitu..
AKU BENCI..." Andela berlari sambil menangis

"Eh.. Ndell..
tungguu..!!!" Elaine berlari mengejar Andela..

Kelvin yang bingung juga kemudian ikut berlari mengejar kedua wanita itu..

Karena Kelvin adalah laki-laki, dia berlari lebih cepat dan mampu mengejar Elaine bahkan Andela..
Kelvin memegang tangan Andela dari belakang..

Andela menengok kearah belakang

"Ndel.. tunggu, aku bisa jelasin semuanya" ucap Kelvin sambil menahan tangan Andela

"Leepassin Vinn aku gabutuh penjelasan kamu, aku benci kalian berduaaa" Andela berusaha meronta dari pegangan tangan Kelvin, tetapi tidak kunjung bisa karena Kelvin memegang tangan Andela dengan kencang

Di sela-sela Andela berontak,
Kelvin langsung memeluk Andela dengan erat..

Andela menangis, air matanya membasahi kemeja Kelvin
Setelah dirasa tenang, Kelvin melepaskan pelukannya terhadap Andela

Elaine menghampiri Andela

"Ndel.. aku minta maaf, aku ga bermaksud buat ngerebut Kelvin dari kamu" ucap Elaine

Sementara sang cowok yang menjadi penyebab semua masalah ini menghela nafas panjang, dia merasa bersalah sekali karena oleh karena dirinya, persahabatan Andela Elaine diambang kehancuran

"Hei.. kalian berdua" Kelvin memanggil Andela dan Elaine sambil memegang masing-masing kedua tangan dari mereka

"Denger ya.. aku ga mau ngerusak persahabatan kalian
oleh karena itu, aku mau ngomong kalo aku cinta dan sayang banget sama kalian.. tapi sebagai sahabat..
gapapa kan ?" ucap Kelvin

Menurutnya ini merupakan jalan yang terbaik untuk diambil, agar persahabatan mereka tetap terjaga

Elaine melirik mata Andela, Andela kemudian mulai tenang dan bisa menerima semuanya ini....

Dia menyunggingkan senyum manis dari bibirnya

Kedua wanita itu menganggukan kepala mereka kearah Kelvin..

Kelvin lega melihatnya dan ikut membalas dengan tersenyum

Akhirnya mereka bertiga kembali menjadi sahabat..
Mereka berusaha membuang rasa cinta dan menggantinya dengan rasa sayang sebagai sahabat..

Engkau adalah sahabat dan kekasihku, dan aku tidak mengerti sisi mana dari hidup ini yang paling aku nikmati. Aku menghargai kedua-duanya sama halnya seperti aku menghargai kita bisa hidup bersama-sama.

The End

@KelvinMP_WWE



Wrestling & Love part 17


Wrestling & Love part 17

Wajah Kelvin dan Andela berdekatan daann...
"CUUPP"

Kelvin mencium bibir Andela dengan lembut
1 detik
10 detik
20 detik
1 menit
1 jam

"Woi kelamaan" ucap reader

"Terserah gw.. protes aja lu, hehe canda Der" balas Author

Kelvin mencium bibir Andela dengan lembut tanpa nafsu.. tapi cinta
1 detik
5 detik
Naah.. 5 detik yang bener..
Setelah 5 detik Kelvin menarik wajahnya begitu juga dengan Andela

"E..eh maaf Ndel.. aku ga sengaja " ucap Kelvin sambil menunduk merasa bersalah

"E....eh gpp kok, maaf juga ya, aku juga tadi ga sengaja" balas Andela dengan pipi merah dan menunduk

Keadaan menjadi canggung saat itu, mereka hanya berdiam diri satu sama lain..

"Vin, aku tinggal dulu ya, kamu istirahat.. cepet sembuh" ucap Andela membuka pembicaraan dan pergi meninggalkan Kelvin

"Eeeh tunggu Ndel" ucap Kelvin sambil memegang tangan Andela

"Aku minta maaf pliss.. aku bukannya lancang tadi, tapi tadi ga sengaja.. kamu jangan marah ya" ucap Kelvin sambil memegang tangan Andela..

"Iya gpp kok Vin" balas Andela singkat sambil tersenyum lalu meninggalkan Kelvin sendiri di UKS

Kelvin menyesali perbuatannya tadi, dia takut Andela tidak suka dengan perbuatannya tadi

"Aaahhh.. gw kenapa pake acara nyium Andela segaalaa" teriak Kelvin sambil mengacak-acak rambutnya

Sementara Andela berjalan di lorong sekolah.. dan bertemu kedua temannya Shani dan Elaine

"Ndel, gimana kabar Kelvin ? dia gak apa apa kan ? tanya Shani

"Iya, dia baik baik aja kok, barusan aku dari UKS" jawab Andela..

"Ooh syukurlah kalo gitu" ucap Elaine
"Ehh. btw kenapa muka kamu merah gitu" tanya Elaine

"E...eeh.. emang iya ? " tanya Andela

"Iya Ndel, kamu sakit ya?" tanya Shani

"Ngg.... nggaa kok .. ittt..uuu taa... ddii" jawab Andela terbata-bata

"Itu tadi kenapa ? cerita aja sama kita" ucap Elaine

"Emmh it..ttu a..aa kku ciuman sama Kelvin di UKS" ucap Andela sambil tertunduk dan wajah yang merah

"HAAAHH ?? Serius kamu Ndelll ? "ucap Shani dan Elaine kaget
"Iyaa.. beneran Shan Len" jawab Andela

"Gimana ceritanya ? tanya Shani penasaran

"Yaaahh gittu.... dia cubit pipi aku, terus lama" wajahnya makin deket sama wajah aku.. teruss.. ya terjadilah, aku cuma bisa merem" jelas Andela

"Waaah.. ccciiee Ndeeell.. baru 3 bulanan pacaran udh ciuman aja" ucap Elaine menggoda Andela

"Iyaa nihh. ciee" lanjut Shani

"Ihh apa sih kalian" ucap Andela menggembungkan pipinya

"Aku aja belom pernah ciuman bibir sama Adit" ucap Elaine

"Oke Len sini gw cium bibir"
celetuk Author

"Diiih ogaaah, siapa lu muncul" huss huss" ucap Elaine mengusir author

"Sama.. aku juga belum pernah sama Michael" lanjut Shani

"Sini Shan, kalo mau ngerasain cium bibir" celetuk Author lagi

"Naajiss, ngarep lu thor" ucap Shani

"Yaah -_- " keluh Author kecewa..

Author pun frustasi karena jomblo nya sudah akut..dia memutuskan untuk bunuh orang..

"Laah dimana - mana bunuh diri" protes reader

"Bawel lu ah.. gw kan masih sayang diri sendiri, mending bunuh orang"
ucap Author

"Sini lu pada.. gw bacok lu kalo masih ngatawain gw " ucap author pada reader

"*kabur" reader pun kabur

*skip

Satu minggu menjelang UN, seperti yang mereka lakukan saat UAS dulu..
Kelvin dkk memutuskan untuk belajar bersama kembali, agar meraih nilai yang memuaskan saat UN

Mereka belajar bersama di rumah Adit

"Diittt" teriak Kelvin dari depan rumah Adit

"Iyaa sebentar" balas Adit

Tidak lama kemudian Adit membuka
kan pintu untuk Kelvin yang bersama kekasihnya Andela..
Elaine sudah berada di rumah Adit semenjak tadi pagi

Tak lama kemudian Michael dan Shani pun tiba..
Mereka belajar bersama tentang pelajaran dari kelas X, XI dan XII

"Eehh sayang, kalo yang ini caranya gimana? tanya Kelvin kepada Andela

"Ini tuh caranya gini.....

Andela menjelaskan panjang lebar tentang materi yang dipelajari kepada kekasihnya, begitu juga dengan Shani dan Elaine yang sedang menjelaskan pelajaran untuk membuat kekasih"nya mengerti

"Yaap, udah sore nih guys..
pulang yuk" ajak Kelvin

"Ayo deh" jawab Andela

"Seru ya belajar bareng" ucap Adit

"Iya sayang.. kamu tetap belajar yaa, jangan nyontek nanti pas UN" ucap Elaine memperingati Adit

"Siap sayang" balas Adit

"Oke Dit.. kita pamit dulu ya" ucap Kelvin

"Oke-oke hati hati" balas Adit

Kelvin pun mengantarkan Andela pulang ke rumahnya..

"Naah sampe" ucap Kelvin sambil menghentikan motornya

"Makasih yaa Vin" ucap Andela sambil tersenyum

"Sama-sama Ndel"

"Aku masuk dulu ya, love u" ucap Andela.

"Love u too, ee.hh tunggu Ndel" balas Kelvin sambil memegang tangan Andela

"Iyaa... ada apa ?" tanya Andela

"Aku masih ngerasa ga enak soal kejadian tempo hari di UKS itu.." ucap Kelvin

"Ooh.. ga apa apa kok, lagian kan kita pacaran.. wajar kalo ngelakuin hal itu" balas Andela sambil tersenyum

"Waahh makasih ya Ndel, kirain aku kamu bakal marah.. btw momen itu akan aku selalu ingat sampai kapanpun" ucap Kelvin

"Emangnya kenapa?" tanya Andela bingung

"Soalnya itu first kiss aku hehe" jawab Kelvin dengan malu malu

"Kamu juga kah ?" lanjut Kelvin menanyakan

"Hmmhh.. i.. i..iyaa itu juga first kiss aku" jawab Andela tersipu malu

"Yaaakiin ? " ucap Kelvin

"Iiyaa Kelvviin.. iihh nyebelin bangett.." ucap Andela memanyunkan bibirnya

"Hehe iya deh aku percaya sama pacarku yang lucu ini.." ucap Kelvin sambil mencubit kedua pipi Andela

"I.ihh sakit...." ucap Andela
                                                           
"Hehee.. ya udah aku pulaang dulu ya" ucap Kelvin sambil menaiki motornya

"Iya hati-hati ya, kalo udah sampe rumah kabarin aku" ucap Andela

"Iya-iya bawel"

"Isshh aku ngingetin dibilang bawel"

"Canda Ndel" ucap Kelvin

CUP

Andela tiba-tiba mencium pipi Kelvin saat dia berada di motor..

"Dadah " ucap Andela melambaikan tangan

Kelvin hanya bisa tersenyum, dan berjalan pulang menuju rumahnya...

*skip

Sesampainya di rumah..
Seperti biasa Kelvin hanya berkutat dengan gadgetnya untuk membuka twi
tter dan internet untuk mengakses situs *ifyouknowwhatimean
(wkwkw kaga lah.. canda)

Membuka internet untuk mengakses wwe.com...
hanya sekedar melihat berita terbaru tentang dunia gulat hiburan tersebut

Kemudian ia beralih ke laptopnya untuk menonton beberapa show WWE

Tok tok tok

Pintu kamar Kelvin berbunyi

"Siapa" ?" tanya Kelvin sedikit berteriak

"Aku Kak" ternyata itu suara Yupi

"Masuk aja dek, ga dikunci" perintah Kelvin

Yupi kemudian masuk kedalam kamar Kelvin dan duduk di samping kakaknya itu yang sedang berkutat dengan laptopnya

"Kakak lagi ngapain?" tanya Yupi.

"Nonton WWE dek biasa" jawab Kelvin

Yupi hanya manggut-manggut

"Oiya Kak, lanjut ntar nontonnya, kakak mam dulu ya, kan laper tadi abis belajar bareng" tawar Yupi

"Mama udah masak masakan yang enak looh, pasti kakak suka" sambung Yupi lagi membujuk kakaknya

"Hmm iya deh, yuk mam" Kelvin menutup laptopnya lalu menyetujui tawaran adiknya itu untuk makan

Yupi menarik tangan kakaknya menuju meja makan

"Yeaay Mam mam mam" Yupi seperti anak kecil saat dia sudah sampai di depan meja makan

Lalu Kelvin duduk di sebelah adiknya itu dan makan malam bersama kedua orangtuanya

"Iish liat tuh Maa, adek makannya belepotan" lapor Kelvin

"Yupi, mamnya pelan-pelan" ucap Mama mereka

"Iya maah" jawab Yupi kemudian meneguk segelas air putih

"Huu dasar embul.. tuh pipi makin gede ntar" ledek Kelvin

"Wlee biarin :p yang penting kakak kan sayang sama aku" balas Yupi

Sontak Papa dan Mama mereka tertawa melihat tingkah kedua anaknya...

Setelah selesai dari aktivitas makan malam, baik Yupi maupun Kelvin kembali ke kamar masing-masing..
Yupi berkutat dengan novelnya dan hpnya sebelum nanti ia terlelap, sementara Kelvin melanjutkan menonton WWE di laptopnya

*To Be Continued*

Wrestling & Love part 16


Wrestling & Love part 16

Prrritt.. peluit tendangan bebas pun dibunyikan

Pemain lawan sudah membuat pagar betis, dan mereka mengira bahwa Adit yang sedang mengambil ancang" adalah orang yang akan menendang..
Tapi mereka salah.. Bola tersebut dioper kebelakang dimana disitu ada Michael..

Pemain lawan langsung menyerbu Michael untuk merebut bola dari kakinya, tetapi Michael hanyalah seorang pengalih perhatian..
Karena setelah itu, Michael memberikan bola kepada Kelvin yang berada di samping kiri

"Viiinnn, gw serahin ke lu" ucap Michael
Para pemain lawan baru menyadari bahwa mereka telah terjebak oleh strategi Kelvin..

Kelvin pun menerima bola dari Michael dengan sekali sentuhan..
Sekali sentuhannya adalah menembak dengan mengerahkan sekuat tenaganya menggunakan kaki kirinya

Bola melaju deras ke pojok kanan atas gawang lawan.. Kiper lawan hanya bisa mati langkah melihat tendangan sekencang itu.. dan GOOOLL

Bola telah masuk ke gawang lawan..
1-0 untuk SMK48

"Yeaaayyy gol Ndeel" teriak Elaine dan Shani di tribun.. mereka berpeluka satu sama lain

"Yeaaay iya Shan, Len..
Yang nge golin Kelvin laagii.. waa aku bangga banget sama dia" ucap Elaine

"Ciee cie yg bangga" goda Shani dan Elaine

"Iih apaan sih kalian, pacar pacar kalian juga udah berperan banyak untuk gol Kelvin barusan" ucap Andela

"Iya Ndel.. hehe kita juga bangga akak kekompakan mereka bertiga, sa kayak kita" ucap Shani

Kelvin tidak melakukan selebrasi sementara teman teman nya yang lain memeluk dirinya

"Yeaay lu berhasi bro.. keren golnya"
ucap Adit

"Iyaa nih.. keren" lanjut Michael

"Jangan seneng dulu.. masih sisa 5 menit, kita harus mempertahankan kedudukan ini" ucap Kelvin

"Siap kapten" ucap mereka berdua

Kelvin merasakan sakit di kakinya akibat tackle pemain lawan tadi..
Kepalanya juga terasa pusing (aduh pusing pala Kelvin pala Kelvin oooh oh oww) *abaikan

Tiba tiba, Brruk.. Kelvin terjatuh dan pingsan di lapangan

"Viinn" ucap teman satu timnya

"Cepet panggil tim medis.." ucap Adit kepada Michael
                     
"KEEELVVINNN" teriak Andela
di bangku penonton..
Dia langsung menangis

"Shan Len.. Kelvin pingsan" ucapnya sambil menangis

"Sabar ya Ndel, kita doain Kelvin gapapa" ucap Elaine

"Iya Ndel.. dia pasti sembuh kok" lanjut Shani

Tak lama kemudian pun, tim medis datang dan Kelvin ditandu keluar lapangan dan digantikan oleh pemain bertahan yaitu Rizky

"Oke, kita harus mempertahankan keunggulan ini.. kita bertahan total" ucap Adit yang sekarang memakai ban kapten menggantikan Kelvin

Andela terlihat pergi dari bangku penonton.. dia ingin melihat keadaan kekasihnya
Pertandingan dilanjutkan..

Tim lawan menyerang SMK 48 habis"an..
Tetapi pertahanan SMK 48 sangat kuat.. dikomandoi oleh Adit, pertahanan SMK 48 sudah terbilang seperti Chelsea yang parkir bus

Setelah lima menit berjalan..
Prriit pritt priiiiiit peluit tanda berakhirnya pertandingan telah dibunyikan..
SMK 48 menang dengam skor 1-0 atas SMK 69

"Yeaaaay kita berhasil" teriak Adit dan diiringi oleh teriakan teman"nya yg lain

Mereka pun tampak senang karena berhasil menjuarai kompetisi
Kemudian, Adit menerima piala menggantikan posisi Kelvin sebagai kapten
Kelvin sudah sadar dari pingsannya
Dia berada di UKS sekolah tempat berlangsungnya pertandingan

Andela pun menghampirinya

"Vinn.. Vinnn kamu ga apa" ? ucap Andela sambil menangis lalu memeluk Kelvin yang sedang berbaring

"Ee..eh Ndel.. kok kamu disini ? kok aku disini ? ini dimana ? ucap Kelvin dengan berbagai macam pertanyaan

"Ini di UKS sayang.. tadi kamu tiba tiba pingsan di lapangan setelah kamu mencetak gol" ucap Andela

"Terus gimana hasil pertandingannya, aku harus liat" ucap Kelvin sambil bergegas bangun dari posisinya yang berbaring

"Ee.hh kamu jangan bangun dulu Viin..
kamu istirahat aja yaa.. aku percaya SMK kita bisa menang kok" ucap Andela menahan Kelvin yang ingin pergi ke lapangan

"Hmmh ya udah deh" balas Kelvin

Tiba" di luar UKS terdengar sayup" orang yang berjalan menuju UKS

"Vinn" ucap Adit membuka pinti UKS

"Eeh dia lagi berduaan disini.. ayok habis ngapainn.." goda Michael

"Isssh kalian.. aku cuma mau liat kondisi Kelvin aja kok" ucap Andela dengan pipi merah padam

"Haha" Kelvin hanya tertawa dan
mengelus kepala Andela lembut

"Gmna pertandingannya? tanya Kelvin penasaran

"Nih bro, ucap Adit sambil menunjukkan piala kepada Kelvin..

"Piala ini kita semua persembahin buat lu" ucap Adit

"Karena berkat usaha keras lu tadi..kita bisa dapet piala ini" lanjut Michael

"Thanks ya guys" ucap Kelvim senang dan tersenyum

"Oiya gmana kaki lu? tanya Mario

"Udah agak mendingan kok..
meskipun masih sedikit sakit" ucap Kelvin

"Oke dah.. gws yaa, enjoy kalian berdua" ucap Adit kepada Kelvin dan Andela

"Haha oke kita keluar dulu Vin.. mau nemuin Shani nih" ucap Michael

"Oke, thanks yaa semuanya

Teman teman Kelvin pun pergi dari ruangan UKS itu
Kini hanya Kelvin dan Andela yang tersisa

"Ndel.. makasih yaa udah selalu ada buat aku, aku ngerasa cowok paling beruntung karena punya kamu" ucap Kelvin

"Hehe.. sama sama sayang aku juga sebaliknya" balas Andela tersipu malu

"Haha lucu deh... muka kamu merah, gemes" ucap Kelvin sambil mencubit pipi Andela

"Iihh jahat, sakit tau" balas Andela

Wajah mereka berdua pun semakin dekat.. Kelvin memajukan wajahnya, sementara Andela yang melihat hal tersebut hanya bisa memejamkan mata.. daaaann

"Hahaha pada penasaran yaa? :p " ucap Author sambil tertawa

"Woi ganggu aja lu thor.. buruan lanjutin, lagi bagian yang menyebabkan pergesaran hati sehingga menyebabkan otak tidak berfungsi dengan semestinya" ucap reader ala Vicky Prasetyo

"Laaahh... alay lu pada Der.. ntar lanjut part berikutnya yaa, sabar ya..

salam sayang Author

*To Be Continued*

Wrestling & Love part 15


Wrestling & Love part 15

*FlashBack Off*

"Naaah gitu kurang lebih ceritanya" ucap Adit

"Ooooh" teman temannya hanya ber oh ria

"Ternyata orang kaya lu bisa pacaran juga" ucap Kelvin ke Adit

"Laah sial.. emang gw orang kaya apa ?" tanya Adit

"Monyet" celetuk Michael tiba tiba

Mereka semua tertawa akan hal itu.. bahkan Adit pun ketawa.. padahal dia dikatain *aneh tuh orang

Keesokan harinya mereka bersekolah seperti biasa karena sebentar lagi UAS dan UN akan segera tiba *wajib diber
ntas :v
Kelvin dkk berencana untuk belajar bersama di rumah Andela menjelang UAS yang akan datang esok hari

"Naah.. kita belajar" ucap Andela sambil mengeluarkan buku pelajaran

"Haaah males banget" ucap Adit

"Dasar pemales, kaya gw dong selalu baca baca buku" ucap Michael

"Buku pelajaran ?" tanya Kelvin

"Bukan, baca Komik" ucap Michael dengan wajah tanpa dosa

"Kamu tuh harus rajin sayang..
Ayok belajar bareng" ajak Elaine pada Adit

"Oke deh huhh.. padahal gw mau nonton Smackdown yang minggu ini" ucap Adit

"Ntar Dit slow kalo ngidol WWE.. gw juga belom nnton SmackDown minggu ini..
Ntar nonton bareng aja" ucap Kelvin

"Lu juga belom nnton kan Mike ?" lanjut Kelvin bertanya kepada Michael

"Belom" balas Michael singkat

"Naaah bener kata pacar aku.. nonton SmackDown nya ntaran lagi yaa yaa" ucap Andela dengan wajah imut

"Iya iya, siap Ndel" ucap Adit

Mereka pun belajar bersama disana sekitar 2 jam untuk menghadapi UAS esok hari..
Setelah selesai belajar, Kelvin Adit dan Michael menonton SmackDown seperti yg telah mereka bicarakan sebelum belajar tadi..

"Yeaay Rollins menang" girang Michael melihat idolanya menang

"Menang curang lagi" balas Adit dengan santai

"Bodo, yang penting menang.. " balas Michael tak mau kalah

Sementara Kelvin hanya diam menonton sembari melihat perdebatan antara kedua temannya itu

Setelah selesai, mereka pamit untuk pulang

"Tant, kita semua pulang dulu ya " ucap Kelvin sopan kepada Mama Andela

"Iya Vin, hati-hati di jalan" balas Mama Andela

Kelvin mengangguk

"Ndel, aku pulang dulu ya" pamit Kelvin begitu dia berada di depan pagar rumah Andela

"Iya Vin.. hati-hati di jalan...
kalo udah sampe rumah langsung kabarin aku, kamu langsung makan mandi istirahat" ucap Andela

"Iissh iya-iya bawel" ledek Kelvin

Andela memanyunkan bibirnya

"Ahahaha.. udah gausah manyun gitu, jelek tau, dadah" Kelvin pun pergi

Andela melambaikan tangannya kearah motor Kelvin yang semakin lama semakin menjauh

*skip

Keesokan harinya

Mereka semua telah melewati UAS hari pertama dengan lancar..
Dan begitu juga dengan hari hari berikutnya sampai seminggu kemudian, mereka telah menempuh UAS

"Yeaay selesai UAS" ucap Kelvin

"Yeaay.. semoga hasil nya bagus ya sayang, baik nilai aku kamu dan juga teman teman kita..

"hehe iya Ndel" balas Kelvin

"Gimana UASnya" tanya Shani pada pacarnya

"Laaah cuman UAS kayak tadi doang mah....   "ucap Michael

"Gampang ?" tanya Shani

"Susah lah sayang..
Aku sampe bingung mau nyontek mana tadi -_- " ucap Michael

"Ihh kamu tuh.. nyontek mulu, harus berusaha sendiri dong lain kali" ucap Shani

"Iya iya Shaniku sayang maafin aku yaa, pliss" mohon Michael pada kekasihnya

Shani hanya mengangguk dan tersenyum

"Bek (bebek), gimana UASnya tadi? "tanya Adit

"Hmmh lumayan gampang kok Dit..
itu semua berkat hasil belajar kita selama ini" ucap Elaine sambil tersenyum

"Iya bener Len.. aku juga seneng bisa ngerjain UAS itu dengan usaha sendiri, usaha keras itu takkan mengkhianati"
ucap Adit

"Impian ada di tengah peluh..
Bagai bunga yang mekar secara perlahan
Usaha keras itu tak akan mengkhianati" itu tadi adalah nyanyian Author

"Oi oi oi oi oi" chant reader

"Chouzetsu kawai Author" teriak reader dengan histeris sampai mereka pingsan :v

*skip

Sebelum UN tiba, sekolah Kelvin dkk akan menghadapi turnamen futsal di sekolah lain..
Kelvin adalah seorang penyerang, dia juga kapten dari SMK nya

Setelah melewati kompetisi yang ketat, SMK Kelvin dkk pun berhasil melaju ke
babak final..
Berkat kekompakan dari Michael Adit dan Kelvin..
SMK mereka kini tinggal selangkah lagi untuk menjadi juara tingkat kota

"Fokuss guyss.. ini final, kita harus bisa ngalahin mereka" ucap Kelvin sebagai kapten

"Siap kapten" ucap teman temannya

"Dit, ntar lu bantu gw nyerang, lu Mike sama Mario fokus pertahanan.." ucap Kelvin mengarahkan strategi kepada teman temannya

"Semangat yaa, kamu pasti bisa" chat Andela kepada kekasihnya sebelum pertandingan

"Pasti Ndel..  makasih udh kasih semangat buat aku, love u ^^ :*" balas Kelvin

"Sama sama , love u too >…< :* "

Prrittt pertandingan dimulai

SMK 48 atau SMK Kelvin dkk mangambil inisiatif serangan lebih dulu, sementara lawannya SMK 69 hanya bisa bertahan..

"Ditt, oper sini" ucap Kelvin

Bola pun dioper kepada Kelvin
Dia menggiring bola sendirian menuju gawang lawan.. melewati satu dua bek terakhir dan menendang... ahaaay bola masih bisa ditepis kiper lawan

Andela Shani dan Elaine yang menonton di tribun hanya bisa memberikan semangatnya untuk kekasihnya yang berlaga di final tersebut

Setelah melewati 15 menit babak perta
ma, skor masih imbang sama kuat dengan hasil 0-0

"Ffyuh.. defense mereka kuat Vin" ucap Adit

"Yaa.. lu bener, kita harus bisa nerobos itu.. mereka udh kayak Chelsea yang parkir bus #KTBFFH (Keep The Blue Flag Flying High)

"Intinya Never Give Up seperti yang kaya John Cena katakan" ucap Kelvin kepada teman"nya

Mereka kembali memasuki lapangan untuk babak yang kedua

Prrrit.. peluit babak kedua dibunyikan

Kali ini tim lawan menyerang SMK 48..
Michael dan Mario sebagai pemain bertahan kewalahan dengan skill para pemain SMK 69 tersebut
Dia sudah sampai depan gawang, dan
menembak... Ahaaay.. bolanya membentur mistar gawang saudara saudara, bola yang liar langsung diamankan Mario

Bola jauh diumpan ke depan kepada Adit, Adit menggiring bola, berhasil melewati satu pemain lawan.. dia pun mengumpan kepada Kelvin di depan

Kelvin sendirian..
Dia menembak..

Tiba tiba dari arah belakang tackle keras dilancarkan oleh pemain lawan kepada Kelvin...
Kelvin pun terkapar kesakitan memegangi kakinya yang terlihat cedera

"Viiinn" teriak Andela khawatir melihat kekasihnya

"Kamu tenang Ndel.. Kelvin pasti gapapa kok" ucap Shani

" Ta.. ta.. pi Kelvin Shan" ucap Andela terbata bata sambil menangis

"Dia gapapa kok Ndel.. yakin deh sama aku, Kelvin itu kuat, dia kan sering bilang Never Give Up kayak Idolanya John Cena, jadi dia ga mungkin menyerah akan hal itu" jelas Elaine

Andela pun mulai tenang setelah di nasehati oleh kedua temannya

"Vinn.. lu gapapa" tanya Adit menghampiri temannya

"Gapapa kok Dit, tapi kayaknya kaki gw sedikit terkilir" ucap Kelvin yang mencoba berdiri lalu kesakitan

"Udaaah ga usah paksa berdiri dulu.. kalo lu ga bisa lanjutin.. mendingan lu diganti" ucap Michael

"Seelow gw bisa lanjut" balas Kelvin
sambil berdiri dengan kaki yang pincang,

Beruntung kaki yang cedera adalah kaki kanan, Kelvin adalah seorang kidal jadi dia masih bisa menendang bola dengan baik

"Oke, ini tendangan bebas..
Kesempatan buat kita, gw akan usaha buat gol..    

*To Be Continued*

Sabtu, 11 Juli 2015

Terimakasih Thalia



Pada pagi hari yang cerah, aku sedang berlari menuju sekolahku..
Aku melihat jam tanganku yang sudah hampir menunjukkan pukul 7 pagi

Oiya, perkenalkan namaku Kelvin Mandala Putra, aku saat ini sedang duduk di bangku SMK kelas X di kota Tangerang..

Aku terbangun, dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi

Aku langsung bergegas mandi kemudian sarapan

"Maah, aku berangkat dulu ya" ucapku kepada Mamaku

"Iya, hati-hati di jalan" balas Mamaku

Aku kemudian keluar rumah dan
berjalan kaki ke sekolah, karena jarak antara rumahku dan sekolah tidak begitu jauh

Di saat aku tengah berlari menuju sekolah, tiba-tiba ada yang memanggilku        
                                                   
"Heeei.. Vinn
tungguin dong" teriak seorang wanita yang merupakan teman dekatku itu

Nama dia adalah Thalia.. nama lengkapnya ya Thalia aja..
Nama yang cukup unik untukku karena
di kelas, namanya merupakan nama yang paling simple dan pendek

Aku biasa memanggilnya Tata, dia adalah teman dekatku dari waktu SMP, wajahnya putih oriental dan juga
postur badannya tinggi..
bahkan melebihi postur badanku, padahal aku laki-laki, tapi kalah oleh postur badan seorang wanita

"Eeh.. Tata, tumben telat juga" ucapku

"Iyanih, aku kesiangan huu" ucapnya sambil memanyunkan bibirnya

"Yaudah yuk buruan.. kita ke sekolah" ajakku sambil menarik tangannya

"Eh.. i..iyaa"

Sesampainya kita di sekolah

Beruntunglah kita karena gerbang sekolah masih dibuka..
Waktu saat itu menunjukkan pukul 7 kurang 2 menit

"Hufft, untung ya Ta, ampir aja telat" ucapku sambil ngos-ngosan
"Hehe iya.. "balasnya sambil tersenyum

Entah kenapa aku menyukai senyumnya...
Menurutku dia mempunyai senyuman yang manis, aku sebenarnya sudah memendam perasaan cinta kepadanya..
tetapi aku takut jika dia tidak mempunyai perasaan yang sama denganku sekaligus menganggu hubungan persahabatan ini

Jadi biarkanlah kita berdua tetap seperti ini

Lalu aku berdua masuk ke kelas, pada saat itu, adalah hari pertamaku masuk sekolah di SMK setelah kemarin melaksanakan MOS selama 4 hari

Dan kebetulan aku dan Tata berada di kelas yang sama
"Mau duduk sebangku Ta?" tanyaku

"Boleh, lagian di kelas ini aku cuma kenalnya sama kamu" balasnya

"Oke, mau dimana nih?" tanyaku lagi

"Aah disitu aja yuk" ucapnya sambil menunjuk kursi baris ke empat

Aku mengangguk dan menyetujuinya

Bel masuk berbunyi, tetapi karena berhubung hari pertama sekolah, hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar melainkan hanya memilih organisasi di kelas dan juga guru menyuruh untuk semua murid masing-masing memperkenalkan dirinya

"Halo, namaku Kelvin Mandala Putra,  sebelumnya aku lulusan dari SMP 48, salam kenal semua" ucapku sambil berdiri di depan kursiku
"Hai semua, namaku Thalia, biasa dipanggil Tata..
aku juga sama seperti Kelvin, lulusan SMP 48, salam kenal semua" kini giliran Tata yang berdiri dan memperkenalkan dirinya

"Haai Tata" balas semua murid disitu

Kebanyakan para murid laki-laki yang melihat Tata.
Mereka melihat dengan penuh kagum, mungkin terpana akan kecantikannya

Waktu demi waktu aku lalui bersama Tata di SMK itu, mulai dari pergi ke kantin bersama, pulang bersama, belajar bersama dan lain lain
Hubungan kami semakin dekat, banyak orang yang mengira bahwa kita berdua berpacaran..
Tetapi nyatanya kita hanyalah sepasang sahabat...Tidak lebih
*skip

Aku sedang duduk termenung di di taman dekat rumahku
Tiba-tiba

"Heiii Vin, lagi ngapain ? sendirian aja ?" tanya seorang wanita dan itu ternyata adalah Tata

"Eh kamu Ta, iya sendiri..
lagi ngadem aja..
enak rasanya di taman ini" ucapku sambil menutup mata dam menghirup udara segar dari taman itu

"Boleh aku duduk?" tanyanya

"Boleh, silahkan" ucapku tersenyum lalu mempersilahkannya untuk duduk

Hari itu entah kenapa wajah Tata terlihat senang dan berseri-seri, tidak seperti biasanya
"Aku mau ngomong sesuatu boleh ga?" tanyanya

"Wahh apa dia mau nembak aku" pikirku kegeeran

"Aah pasti ga mungkin" pikirku lagi

"Boleh, ngomong aja" kataku

"Mmh.. gini, jadi hari ini aku seneng banget" ucapnya sambil memperlihatkan senyuman manisnya

"Waah beneran ? seneng kenapa?" tanyaku antusias

"Tadi pas aku pulang sekolah, kan kamu duluan tuh pulangnya..
Terus ada Adit anak kelas X 3 yang nembak aku.. " jelasnya

DEG
Jantungku serasa berhenti saat itu, bagaikan disambar petir di siang bolong

Dilain sisi aku senang karena bisa melihat dia tersenyum tetapi di sisi lainnya aku sedih karena ada seorang cowok yang menembaknya

"Eh... seriuss ??" tanyaku tidak percaya

"Iyaa Kelvin, masa aku boong"

"Yeaay aku seneng banget, dia baik dan ganteng lagi" ucapnya kegirangan

"Emang kamu udah deket sama dia ? aku gatau deh" ucapku tak habis pikir

"Udah.. meskipun lebih sering lewat bbm sih.." jawabnya

Kelvin hanya mengangguk-angguk paham
"Terus kamu udah nerima dia ?" tanyaku penasaran

"Naah makanya itu, aku mau bicara sama kamu disini..
aku masih belom nerima dia, aku ragu" jawabnya sambil sedikit tertunduk

"Menurut kamu gimana ? aku terima dia atau ngga?" tanya Tata kepadaku sambil memiringkan kepalanya dan menatap kearahku

"Mmh.. ya tergantung kamu sih Ta, kan kamu yang jalanin hehe, kamu punya perasaan suka ga sama dia?" tanyaku

Dia tampak berpikir sejenak

"Iya.. aku suka banget sama dia" jawabnya

"Ooh.. nah..
yaudah, mendingan kamu terima aja
dia" balasku

"Aku seneng kalo kamu seneng" ucapku lagi

Aku berusaha tegar saat itu walaupun sebenarnya hatiku sangat sakit dan sedang menangis

"Waah okedeh..
besok aku akan nerima dia hehe"

"Makasih yaah, kamu emang teman Terbaik aku" ucapnya lagi lalu kemudian memelukku

Aku membalas pelukannya

"Andaikan kalo kita bisa lebih dari teman Ta" ucapku dalam hati

*skip

Keesokan harinya
Aku kembali bersekolah seperti biasa..
Dan saat sampai di kelas, aku disuguhkan dengan acara yang sangat tidak kusukai..

Adit sedang memegang tangan Tata sambil berlutut..

"Thalia, kamu mau kan jadi pacar aku?" tanyanya

Tata terlihat menitikkan air mata

"Iya, aku mau jadi pacar kamu" balas Tata yang kemudian langsung memeluk Adit

Sontak seisi kelas berteriak seakan ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua

Mungkin hanya aku di kelas itu yang tidak bahagia, Aku pura-pura ikut bahagia saja dengan tersenyum
walaupun hatiku tidak seperti bibirku yang tersenyum

Entah kenapa setelah Tata mempunyai pacar, dia seakan berubah dan cuek kepadaku

"Heii Ta, kita jalan ke taman yuk" ketikku dalam bbm

"Mmh.. maaf Vin..
hari ini aku jalan sama Adit"

"Oooh yaudah gapapa kok
have fun ya"

Itu bukanlah kali pertama Tata menolak ajakanku untuk sekedar pergi ke taman atau belajar bersama di rumahnya..
Melainkan akhir-akhir ini Tata sudah melupakan sahabatnya ini..
Yang selalu menemaninya dalam suka dan duka
"Ta, kamu kenapa berubah sih? aku kangen di masa-masa kita bersama walaupun kita hanya sepasang sahabat" batinku termenung sendirian di kelas

Dan Tata juga sudah tidak duduk sebangku lagi denganku..
Dia sekarang sudah mempunyai banyak teman wanita di kelas itu dan memilih duduk dengan salah satu dari teman wanitanya itu

Sementara aku?

Aku tidak mempunyai teman selain Tata seorang.. aku hanya duduk sendirian di belakang, murid laki-laki disana entah kenapa tidak ada yang mau berteman denganku..

Padahal aku sudah berusaha untuk berteman dengan mereka
Aku menengadahkan kepalaku keatas, berusaha agar tidak ada air mata yang jatuh.

Setiap hari saat di kantin, aku melihat Tata sedang bergandengan tangan dengan Adit kekasihnya, bahkan saat mereka lewat di depanku..

Tata mengabaikanku dan tidak menyapaku sama sekali
Padahal aku sudah menyapanya terlebih dahulu

Sekolah terus berjalan, hingga tidak terasa kita semua sudah ingin naik ke kelas XI

Aku seperti biasa menenangkan diriku di taman dekat rumahku..
hanya sekedar untuk menatap langit senja
Aku merindukan saat aku dan Tata selalu bersama disini saat dirinya belum berpacaran..
Tetapi sekarang semua berubah
Dia tidak pernah mengunjungi taman itu lagi..
Bahkan membalas bbm ku saja sudah jarang sekali

Tetapi tiba-tiba, aku dikejutkan oleh kemunculan gadis tinggi berwajah oriental yang sudah tidak asing lagi di mataku

Dia sepertinya terlihat sedih

"Tata?" tanyaku

"Keeelvviinn" ucapnya dan dia langsung memelukku

"Eh.. kamu kenapa Ta?" tanyaku bingun
"Kok kamu nangis gini sih?
aku ga suka deh Tata yang cengeng kaya gini" ucapku sambil melepaskan pelukannya lalu mengelap air matanya

"Cerita ke aku ada apa ? apa ada hubungannya sama Adit ?" tanyaku yang berusaha menerka-nerka

Dia mengangguk

"Ternyata benar dugaanku" pikirku

"Mmhh.. A..d..dit Vin, dia selingkuh dari aku.. " ucapnya terisak

"Serius kamu Ta?" tanyaku

"I..iya.. aku liat dengan mata kepalaku sendiri..
Dia lagi bermesraan sama cewek lain" jawab Tata yang masih terisak

"K.kamu yang sabar yaah."
Mungkin dia emang bukan yang terbaik buat kamu, masih banyak kok cowok lain di luar sana yang tulus mencintai kamu" ucapku menenangkannya

"Hm.h. i..iya kamu bener..

O, iya, aku minta maaf ya sama kamu" ucapnya lagi

"Minta maaf ? untuk apa ? tanyaku bingung

"Akhir akhir ini kan aku selalu nyuekin kamu, tapi pas aku lagi butuh kamu.. kamu ga nyuekin aku kaya yang aku lakuin ke kamu, makasih yaah" jawabnya sambil menangis terharu

"Iya.. sama-sama Ta, udah ah gausah nangis, ntar cantiknya ilang loh hehe" ucapku bercanda
"Hihi.. dasar gombal" balasnya sambil tersenyum

Aku sangat senang karena bisa membuatnya kembali dam tersenyum dan setidaknya dapat melupakan pacarnya yang selingkuh itu

Keesokan harinya, sesampainya di sekolah, aku langsung menghampiri kelas Adit, disana aku melihat dia sedang bersama dengan wanita..

"Kurang ajar lu, beraninya mainin sahabat gw" ucapku yang memegang kerah seragamnya dan kemudian aku langsung menonjoknya

Dia terkapar
                             
"Sialan lo, siapa lo?" tanyanya

"Gw sahabatnya Tata..
gw ga suka liat dia nangis gara-gara lu
" ucapku dengan perasaan marah

Tata yang diberitahukan temannya bahwa aku sedang berkelahi dengan Adit langsung menuju ke kelas Adit

Aku berniat untuk memukulnya kembali, tetapi tanganku di tahan dari belakang oleh Tata

"Vinn udah stop ! ayo kita pergi dari sini" ajaknya sambil menggandeng tanganku

"Taaa.. pliss Ta, dengerin penjelasan aku" bujuk Adit

Tata berbalik dan menatap Adit dengan tajam

"Mulai sekarang aku ga ada hubungan apa-apa lagi sama kamu.. Kita putus !!!" ucapnya tegas lalu kemudian pergi meninggalkan kelas itu bersamaku
"Makasih ya Vin udah mau belain aku tadi" ucapnya berterimakasih saat kita di jalan pulang ke rumah masing-masing

"Iyaa Tata.. sama-sama
aku akan selalu ada di samping kamu, gimanapun kondisi kamu" ucapku

Dia tampak senang mendengar hal itu, terlihat dari bibirnya yang tersenyum

*

Tak terasa, aku dan juga Tata sudah naik kelas ke kelas XII.. saat waktu liburan semester, aku senang Tata kembali seperti semula di mana dia selalu mau menemaniku ke taman dan pergi ke mall berdua hanya sekedar menonton film dan juga makan di restoran
Hari demi hari kita semakin dekat dan  perasaan cintaku terhadap Tata semakin besar.. sulit sekali untuk dipendam kembali

Pada hari itu di penghujung bulan Juni aku berencana mengungkapkan isi hatiku yang sudah lama dipendam sejak kita berdua menginjak bangku SMP dulu

"Ta, kita ke taman yuk, aku mau ngomong sesuatu" ajak ku sambil menarik tangannya

Dia hanya mengangguk dan menerima ajakanku

Sesampainya di taman, kita berdua duduk di bangku yang biasa kita duduki

"Kamu mau ngomong apa?" tanyanya
"Mmh.. jadi gini..
kita kan udah dekat selama kurang 4 tahun sejak SMP" ucapku

"Iya aku tau. Terus ?"

"A..aa.. aku ngerasa aku itu nyaman di dekat kamu"

"Iya.. aku juga sama kok
nyaman di dekat kamu... kita kan teman" ucapnya yang membuatku sedikit kaget dan mulai ragu untuk menembaknya

"Teman ?" tanyaku

Dia mengangguk

"Mmh.. bisa ga, kalo lebih dari teman?" tanyaku dengan gugup..
Aku menunduk
Dia tampak berpikir sejenak

"Maksud kamu?" tanyanya lagi

"Aa..aku sayang dan cinta sama kamu Ta..
kamu mau ga jadi pacarku?" ucapku mengumpulkan semua keberanian sambil berlutut dan memegang tangannya

"Eh.. kamu seriuss ?" tanyanya tak percaya

Aku mengangguk mantap

Dia tampak tertunduk dan mulai menitikkan air mata

"Eh kenapa nangis ?" tanyaku bingung

"Maaf" hanya kata itu yang terlontar dari bibir manisnya
"Maaf ? maaf kenapa?" tanyaku dengan penuh tanya

"Ma..af aku ga bisa nerima kamu" ucapnya yang membuat diriku seperti mati sejenak..

Hatiku bergetar seperti tersambar petir, tidak menyangka bahwa Tata tidak membalas perasaanku.. Mungkin dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya, pikirku dalam hati

"T..tapi kenapa Ta?" tanyaku menuntut penjelasan..

Bulir bening dari matalu perlahan mulai turun membasahi pipi

"Aa.. aku besok mau ke Jakarta"

"Haah ke Jakarta ?" ngapain?" tanyaku kaget
"Mmh.. kamu tau kan JKT48?" tanyanya

Aku mengangguk perlahan

"Nah.. aku mau ikut audisi generasi ke dua idol group itu" jawabnya

"Aku mau mengejar impianku disana, doain aku ya supaya aku bisa diterima.. kamu bisa ngertiin aku kan?" jelasnya lagi

Aku sebenarnya berat untuk melepasnya pergi ke Jakarta dan ingin sekali mengatakan untuk selalu ada bersamaku disini, tetapi aku sadar.. aku tidak boleh menjadi egois..

Ini semua demi impian Tata, asalkan dia bisa bahagia, akupun juga bahagia,
Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati itu bukanlah dimana kita bisa berpacaran dengan orang yang disuka
melainkan melihat orang yang kita suka bahagia dan selalu tersenyum meskipun bukan kita yang menjadi faktor dia tersenyum dan bahagia.. tetapi itu sudah lebih dari cukup.

Aku mulai tersenyum

"Iya Ta.. pasti !
aku akan doain kamu dari sini.. semoga kamu sukses ya disana" ucapku

*

Keesokan harinya, aku berdoa di rumahku agar Tata bisa diterima dan masuk menjadi salah satu anggota generasi kedua dari JKT48

Saat sore harinya aku mendapatkan kabar darinya melalui BBM

"Vinn.. aku keterima Vinn yeaay.."
"Waaah seriuss ?? yeay selamat yaa ..
cie jadi member jeketi" balasku sedikit bercanda
                               
"Hehe makasih Vin"

"Aku janji aku akan dukung kamu di JKT48, aku akan jadi fans kamu deh hehe"

Entah kenapa setelah itu Tata tidak membalas BBM dariku, dia hanya meread saja

Hari esoknya.. aku berniat mendatangi rumah Tata, tetapi saat aku sampai disana, tetangga sebelah rumahnya berkata bahwa Tata dan sekeluarga sudah pindah ke Jakarta kemarin malam dan menurutnya juga Tata akan melanjutkan sekolahnya di Jakarta
Aku kaget seakan tidak percaya bahwa Tata langsung pergi begitu saja tanpa pamit dulu kepadaku

Aku berjalan pulang kembali ke rumahku..
Sepertinya gairah hidupku sudah tidak ada, karena penyemangatku sudah pindah ke kota lain

Aku berbaring di tempat tidurku
Tak lama kemudian, hp ku bergetar.. disana ada chat masuk dari Tata
                                           
"Heii. Vinn, aku udah pindah rumah dan juga sekolah ke Jakarta...
Supaya aku ga jauh juga kalo beraktivitas di JKT48 nanti
Maafin aku ya kalo aku ga pamit ke kamu kemarin.. maaf banget

"Kamu jahat Ta.. kenapa ga bilang- bilang ke aku sih kalo mau pindah???
"Maaf.. aku cuma takut, kamu jadi sedih"

"Sedih ?? Justru dengan kamu ga pamit ke aku kaya gini malah bikin aku tambah sedih"

"Hhm.. maafin aku banget Vin..
iya aku sadar aku salah"

Aku sedikit terpancing emosi

"Hufft iya deh..
aku ngerti, sukses ya disana, aku bakal nungguin kamu masuk TV yeay" balasku berusaha membuat dia senang

"Hehe makasih" balasnya singkat

Satu bulan kemudian

Aku melihat Tata di TV, saat itu generasi kedua sedang diperkenalkan
di acara konser "JKT48 warnai harimu"
Aku melihat Tata yang sedang menari dan bernanyi Shonichi itu dengan bangga

Aku selalu mengirim BBM kepada Tata semenjak dia sudah menjadi terkenal, tetapi Tata selalu tidak membalasnya.. mungkin dia sibuk, pikirku  

Waktu terus berjalan hingga kabarnya team trainee (generasi kedua) sudah  melaksanakan show sendiri bertajuk "Pajama Drive" di theater di sebuah mall di Jakarta

Aku sangat bangga sekali dengan prestasi Tata itu..
Aku berpikir untuk datang ke theater suatu hari nanti untuk bertemu dengannya lagi, tetapi mungkin Tuhan belum mengizinkan.. aku terkendala biaya dan transportasi.
Alhasil, aku hanya bisa mensupportnya dengan mendoakan dia setiap hari dan menunggu jika JKT48 diundang di acara TV, karena hanya di TV sajalah aku bisa melihat senyum sahabatku itu

Tak lama kemudian juga, aku melihat kabar dari twitter bahwa Tata masuk ke dalam team KIII..
Sontak aku kembali bahagia karena temanku itu sudah semakin bersinar dan terkenal

Aku terus mendukung Tata di JKT48, hingga saat JKT48 mengumumkan akan mengadakan sousenkyo (pemilihan) single ke 6

Dengan cara menabung aku membeli CD Flying Get di sebuah minimarket, hanya untuk mendapatkan hak vote
memilih, yang nantinya bisa aku pergunakan untuk memilih Tata agar dia masuk dalam single ke 6

Dan ternyata usahaku tidak sia-sia..
Tata masuk di single ke 6 walaupun hanya menempati peringkat 13 waktu itu..
Tetapi aku sudah sangat puas karena bisa melihat Tata di single ke 6 yaitu Gingham Check
                                                     
Masuk ke tahun 2014 akhir.. aku sangat senang karena Tata ku itu merambah ke dunia akting..
                                                                   
Tata mengikuti sebuah serial TV "Bima X Satria Garuda" bersama Stella ex member JKT48

Aktingnya ternyata lumayan bagus, pikirku.. dan kadang juga aku tertawa jika melihat ada scene yang diisi oleh Tata.. entah kenapa
*

Aku juga merasa sedih karena belum sempat untuk ikut handshake event yang diadakan rutin oleh JKT48 setiap mereka mengeluarkan single

Di penghujung 2014, aku sangat senang sekali karena aku mendapatkan verif tiket theater

Aku memesan tiket untuk menonton theater Tim KIII bertajuk "Seishun Girls"
                         
Kebetulan hari itu sekolahku libur, aku menuju theater JKT48 pada pagi hari menggunakan transportasi umum seperti kereta.. setelah kereta
Aku naik angkot agar bisa sampai ke salah satu mall di Jakarta itu yang di dalamnya terdapat JKT48 Theater
Setelah aku sampai, disana fans JKT48 sudah setia mengantri, kukira saat aku datang, suasana masih sepi, tetapi keadaan nya malah sebaliknya.

Antrian sudah penuh diisi oleh sekelompok remaja yang kebanyakan laki-laki itu..
Aku dengan sabar mengantri hingga akhirnya aku bisa masuk ke dalam theater dan duduk di row ke empat

Member yang jelas kutunggu adalah sudah pasti teman dekatku semasa SMP yaitu Thalia atau Tata

Show pun dimulai, mereka sangat energik dan tampil dengan penampilan maksimal

Aku sangat menikmati show itu selama 2 jam
Setelah selesai, waktunya sesi hi-touch atau tos dengan member di akhir theater..

Aku sangat gugup sekali, karena sebentar lagi aku akan bertemu dan bertatapan dengan wajah Thalia

"Kira-kira Tata inget ngga ya?" batinku dalam hati

Pintu terbuka dan tibalah sesi hi-touch itu..
Aku berada di barisan tengah, terlihat fans di depan begitu akrab dalam bercengkrama dengan para member

Berhubung aku baru pertama kali theater, aku gugup dan memutuskan untuk tetap tersenyum saja ketika kebanyakan member pasti berkata "Terimakasih Kak, jangan lupa datang lagi"
Akhirnya momen yang ditunggu tiba" setelah aku melewati member Sinka Juliani lalu Cindy Yuvia dan sekarang giliran Thalia

"Hai Ta, penampilan kamu keren tadi" aku mencoba berbicara seperti itu sambil tanganku dam tangannya beradu untuk sekian detik
                                                         
Aku berharap Tata masih mengenaliku setelah 1 tahun lebih kita tidak bertemu

"Makasih Kak, datang lagi ya" hanya kata itu yang keluar dari bibirnya

"Ah, mungkin dia lupa sama aku" pikirku dalam hati

Jika dia masih mengingatku, pasti dia akan menegurku dengan memanggil namaku
Aku keluar theater dengan lesu..

Lantai 4 mall itu sudah sepi, karena waktu sudah semakin larut malam..
entah kenapa aku tidak ingin pulang terlebih dahulu..

Aku masih berharap Tata akan muncul dari dalam theater, tetapi sejam ku menunggu hingga mall itu sudah mau tutup, orang yang kutunggu tidak kunjung muncul

"Mungkin dia ada latihan sampai malam" pikirku

Dengan terpaksa akhirnya aku kembali pulang ke rumahku dengan perasaan campur aduk

Senang karena bisa menonton theater pertama kalinya sekaligus melihat sahabatku yang sudah menjadi idola..
Sedih karena sahabatku itu sudah melupakan sahabat lamanya yaitu aku

*

"Tata, kamu fokus dong kalo latihan" bentak Guru dance dari para member

"Eh iya kak, maaf" balas Tata sambil tertunduk

"Vinn, maafin aku tadi yang pura-pura ga kenal kamu.
aku harap kamu bisa lupain aku" batin Tata dalam hati

"Kenapa Ta? kok kaya ga fokus gitu ?" tanya Hanna teman sesama membernya

"Ah.. gapapa kok Han" balas Tata berbohong

"Aku udah temenan sama kamu
lama loh, aku tau kalo kamu lagi ada masalah" ucap Hanna

"Ceritain lah ke aku, siapa tau aku bisa bantu" lanjut Hanna lagi

"Mmh.. gini Han, tadi ada sahabat lama aku nonton theater" ucap Tata

"Sahabat ? cowok cewek ? tanya Hanna

"Cowok"

"Ciee sahabat apa sahabat tuuh?" goda Hanna

"Iih apaan deh kamu, iya sih.. sebenernya kita hampir pacaran dulu" ucap Tata pelan

"Terus ?"
"Ya, gara-gara aku masuk JKT48 aku jadi nolak dia saat itu" Tata terus curhat kepada Hanna

"Lah terus tadi dia nonton, kenapa kamu sedih ?" tanya Hanna bingung

"Mmh.. aku pengen dia lupain aku..
aku sadar aku bukan cewek yang terbaik buat dia, di saat waktu SMK dulu aku pernah sakitin dia dan ngacuhin dia saat aku ada pacar, tapi dia malah semakin peduli sama aku meskipun aku ga pernah peduliin dia sama sekali" Tata mulai terisak

"Dari situ aku sadar, kalo aku wanita jahat.. aku ingin dia lupain aku dan nyari wanita lain yang lebih baik dari aku" lanjut Tata lagi

Hanna hanya mengelus-ngelus pundak Tata sambil mengangguk-anggukan kepalanya
*

Aku kembali ke rumah dengan perasaan lesu dan sedih

Teman-temanku di kampus hanya bingung dengan tingkahku karena aku bersikap layaknya orang sakit, seperti orang yang tidak memiliki semangat

Ada satu orang perempuan yang membuatku tertarik, entah kenapa dia selalu ada di sampingku ketika aku sedih..

Dia selalu memberikan kata-kata motivasi yang membuat semangatku perlahan muncul kembali

Oiya, nama wanita itu adalah Andela, Andela Yuwono nama lengkapnya..

*disini ceritanya Andela bukan member jeketi ya :D
Dia seperti kiriman dari Tuhan untuk menggantikan posisi Tata..
Wajahnya putih, senyumnya manis jika mendengar dia berbicara aku kadang-kadang igin tertawa karena logat Jawanya yang medok sekali

"Halo Vinn, apa kabar kamu dino iki ? apik apik kan ? tanya nya menghampiriku saat aku sedang duduk di kantin

"Eh..kamu Ndel, apik kok" aku menjawabnya..

Akhir-akhir ini aku jadi bisa sedikit sedikit belajar bahasa Jawa karena Andela yang mengajarkannya

Singkat cerita, pada awal 2015 aku dan Andela semakin dekat..
Aku merasa nyaman dengan dia saat ini dan sepertinya dia juga merasakan hal yang sama denganku
Lama-kelamaan aku bisa melupakan Tata dan hatiku mulai terbuka untuk Andela..

Pada saat bulan Februari tanggal 14 yang merupakan hari Valentine atau hari kasih sayang, aku menyatakan perasaan cintaku kepada Andela di taman yang biasa dulu sering kukunjungi bersama Tata

Alangkah senangnya aku ketika Andela menerimaku menjadi pacarnya...
Aku akan berjanji untuk selalu menjaganya selamanya

Tapi Tata tidak kulupakan begitu saja, aku tetap mendukung segala aktivitasnya di JKT48

Aku juga bercerita kepada Andela jika salah satu member JKT48 yang bernama Thalia adalah teman dekatku
saat aku SMP dan SMK dulu

Andela menanggapinya dengan mengangguk-angguk

Kadang dia juga sedikit merasa cemburu jika aku hanya memperhatikan Tata seorang

Aku merasa sangat senang karena itu artinya Andela memang tulus mencintaiku

"Iiih kamu mah, merhatiin twitter Tata mulu, akunya dicuekin" ucap Andela cemberut

"Eh.. iya..
ngga kok sayang.. nih udah aku taro HP nya" ucapku lalu meletakkan hp ku di meja

"Naah gitu dong" Andela tersenyum manis
*

Balik ke aktivitas JKT48

JKT48 mengadakan pemilihan kembali untuk single ke 10
Aku menonton video promosi Tata dengan judul Nice Timing.. sontak aku tertawa sendiri melihat tingkah lucunya

Aku berusaha keras untuk mengumpulkan uang, hanya sekedar untuk membeli pulsa untuk memilih Tata melalui SMS yang dimana satu vote berharga 7.700..
Harga yang cukup mahal bagiku

Aku hanya mampu vote untuk dirinya sebanyak tiga kali, aku percaya
ThaliAlliance seluruh Indonesia pasti bisa membantu Tata sehingga masuk
kembali dalam single ke 10..

Kurang lebih dua bulan kemudian

Hasilnya tidak sesuai harapanku..
Tata menempati peringkat 22..
Tetapi cukup baik lah karena mendapatkan posisi Undergirls

"Harus dateng ah nanti pas Handshake event single ke 10.. ga sabar pengen ketemu kamu Ta" ucapku dalam hati

Aku selalu memberikan kata-kata semangat atau sapaan kepada Tata melalui twitter
Aku tidak chat atau Line kepadanya karena takut mengganggunya dalam kegiatan JKT48

Tidak terasa kuliahku sudah mencapai semester dua, hubunganku dengan Andela juga tetap terjalin dengan baik
Aku merasa jika Tata juga sudah menginjak bangku kuliah

Aku juga berharap semoga Tata dapat membagi waktunya antara kuliah dan JKT48

Tetapi pada hari Jumat 26 Juni 2015, ada kabar yang kurang mengenakkan bagiku dan semua ThaliAlliance di Indonesia..

Ditemukan akun unofficial Tata yang bernama @thltata.. dan di daftar followers dan following nya sudah ada Noella yang dimana dia adalah mantan dari member team KIII JKT48

Banyak orang yang menggosipkan bahwa Tata akam segera grad dari JKT48

Sontak aku menjadi sangat sedih, di saat aku ingin bertemu dengannya dan
Dibalik rasa sedih itu, sebenarnya ada rasa senang di dalam diriku, jika Tata grad, itu artinya mungkin aku bisa bertemu dengannya kembali

Tetapi, apakah dia akan kembali kesini? dan kembali bersama-sama denganku seperti masa-masa SMP dan kelas 1 SMK dulu.

Jika dia kembali, Aku berharap agar Tata dapat bertemu dengan Andela..

Tetapi hatiku semakin hancur dikala banyak orang memperbincangkan foto Tata yang beredar dengan seorang cowok lain di twitter.

Aku sangat kecewa, benar-benar kecewa.. apakah Tata menyerah dalam menggapai impiannya di JKT48 hanya demi cinta ?
Bahkan jika cowok itu aku, aku lebih memilih untuk tetap mendukungnya di
JKT48 untuk tetap berjuang dan menghargai para fans yang telah bersusah payah mendukungnya.

"Hufft" aku menghela nafas saat melihat berita-berita tersebut di twitter, mungkin hanya tinggal menunggu waktu agar berita Tata grad benar-benar resmi.

Dan sepertinya kabar Tata mempunyai pacar memang benar, karena dari status BBM nya yang aku lihat, sudah ada tulisan "FP *love" FP merupakan inisial cowok yang sekarang sedang ramai diperbincangkan di twitter

Aku mencoba memberanikan diri dan mulai memutuskan untuk mengirim pesan kepada Tata
"Hei... kamu Ta,
kalo emang itu keputusan kamu..
aku menghargainya kok, tetap semangat di luar sana.. aku berharap bisa bertemu kamu lagi suatu hari nanti" aku memberanikan diri untuk mengetik kata-kata itu melalui BBM kepada Tata

"Dan oiya.. inget gak, 2 tahun lalu, tepat hari ini.. aku nembak kamu, tapi kamu tolak waktu itu hehe..
aku ga bakal lupain kejadian itu"

Tata hanya membalas

"Terimakasih untuk semuanya :)"
                                     
Lalu kemudian kontak BBM Tata menghilang dari hp ku..

Ya, dia sudah menghapus kontakku.. dia hanya meninggalkan pesan ucapan terimakasih kepadaku
Aku kemudian langsung menuju twitter dan mention cowok beruntung yang mendapatkan hati Tata saat ini
                                                       
"@FadePrakasa jagain Tata bro, awas aja sampe nyakitin dia, gw ga akan segan-segan nyari lu dan ngehajar lu"

Mungkin ini adalah kejadian yang memilukan dalam hidupku, sahabat sekaligus orang yang kucintai sekarang sudah menjadi milik orang lain..

But life must go on, aku harus tetap tegar dan berjuang dalam hidup ini meskipun tanpa dia di sisiku

Beruntunglah sekarang Andela ada disampingku, setidaknya dia bisa menjadi pengganti Tata
Aku hanya berharap semoga Tuhan mempertemukan kami suatu hari nanti.

Terimakasih Thalia untuk segalanya atas senyuman dan semangat yang kau berikan baik sebagai sahabatku ataupun saat menjadi idola di JKT48


The End

Created by : @KelvinMP_WWE

Wrestling & Love part 14



"Gimana Dit, Len.. siapa yang mau cerita ? tanya Kelvin

"Kamu aja deh Len, aku udah lupa" ucap Adit                                  

"Oooh gitu yaa... kamu udah lupa sama proses kita jadian" ucap Elaine lalu mencubit tangan Adit

"Duuh sakit bebek" keluh Adit

"Biarin wleee :p " ledek Elaine

"Tadi bercanda doang kok.. aku ga lupa sama cerita kita jadian dulu, cuma agak ga inget aja" ucap Adit polos

"Yeeh sama aja pe'a" ucap Michael sambil menjitak kepala Adit

"Huu dasar.. ya udah deh aku ceritain gimana aku bisa pacaran sama cowok satu ini" ucap Elaine sambil menunjuk Adit

*Flashback On*
 
Saat itu mereka kelas XI, Adit dan Elaine belum mengenal satu sama lain dikarenakan mereka tidak sekelas

Adit sedang terburu-buru berlari di lorong sekolah karena datang terlambat

"Brrukk" begitulah suara Adit yang jatuh menabrak seseorang

"Dduuh kalo jalan pake mata dong.. sakit nih" ucap Adit mengeluh

"Ee.. eh maafin aku ya, aku ga sengaja" ucap Elaine (padahal sebenernya yang salah si Adit)

"Maaf sekali lagi, lanjut Elaine membungkuk

Adit lalu berdiri dan tidak menghiraukan Elaine yang meminta m
aaf kepadanya

"Eh.. gw kayaknya berlebihan deh, kasian tuh cewek.. padahal gw yg salah sih sebenernya :v " batin Adit dalam hati

Setelah pulang sekolah Adit pun berniat untuk meminta maaf kepada cewek tersebut..
Dia mencari tahu cewek itu berada di kelas mana.. karena jujur, Adit baru pertama kali melihatnya
Setelah mencari tahu, Adit pun melihat cewek itu di dalam kelas sedang sendiri sambil membereskan buku-buku pelajarannya
Di kelasnya sudah kosong, hanya tersisa dia seorang

"Heey.." ucap Adit
"Eeh.. kamu yang tadi pagi.. maaf ya
sekali lagi" ucap Elaine

Adit hanya berpikir bahwa cewek ini terlalu baik..
Dia masih saja meminta maaf padahal dia tidak bersalah melainkan dirinya

"Eh gausah mintaa maaf, justru gue yang minta maaf sama lu, sorry gue tadi cuekin lu gitu aja, soalnya udah telat mau masuk kelas" ucap Adit

"Iya, aku ngerti kok" balasnya

"Oiya nama lu siapa? gw Adit" ucap Adit sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman

"Salam kenal Adit, namaku Elaine" balasnya sambil tersenyum dan menerima jabatan tangan Adit

"Lu pulang naek apa? "tanya Adit

"Aku naek angkot, kenapa ?

"Ooh.. mau ga gue anterin pulang, itung itung buat tanda permintaan maaf gue" ucap Adit

"Hmmh gimana ya, ga ngerepotin kamu ? tanya Elaine

"Ga kok, ayo kita pulang" ucap Adit

Lalu mereka berdua berjalan menuju motor Adit di parkiran
Mereka melaju ke rumah Elaine yang ternyata tidak begitu jauh dengan rumah Adit

"Naah Len, dah sampe" ucap Adit

"Makasih ya udh nganterin aku" balas Elaine sambil tersenyum

"Sama sama Len, eh iya.. gue boleh minta no hp lu atau pin bb, atau Line gitu ?" ucap Adit sambil malu malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Boleh kok, nih catet aja" ucap Elaine
sambil mengeluarkan smartphonenya..

Adit tiba di rumahnya

Dia terlihat senyum-senyum sendiri, Sepertinya Adit menyukai Elaine

"Kenapa gw bawaannya seneng ya deket sama si Elaine, pdhal baru prtama kali ketemu" batin Adit

Adit pun memutuskan untuk chat dengan Elaine..
Sepanjang malam dia habiskan untuk menatap layar smartphonenya

Adit rutin mengantar jemput Elaine dan menyebabkan hubungan mereka berdua semakin dekat di sekolah

"Len, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.. nanti ya sepulang sekolah kita
ke suatu tempat. (di dalam hutan ditemukan lubang yg berlanjut trus entah kemana) *lah jadi nyanyi

"Oke Dit" balas Elaine

Waktu yang ditunggu pun tiba.. Adit dan Elaine sepulang sekolah, mereka pergi ke suatu danau dekat sekolah

Adit terlihat gugup dan bingung untuk mengungkapkan perasaannya..
Dia pun bertanya kepada master dalam hal wanita

"Thor, gimana cara nembak cewek" ucap Adit pada Author sambil bersimpuh memberi hormat

"Tinggal tembak aja pake pistol.. mati deh.. susah amat" ucap Author dengan tampang bloonnya :v

"Maksudnya menyatakan perasaan
Thor, gimana sih lu.. lawak terus sa ae

"Oih bilang dong menyatakan perasaan, kalo soal itu gw ga tau..
soalnya ga pernah pacaran" ucap Author dengan sombongnya, membanggakan dirinya tidak pernah pacaran

"Laah, jomblo sih seneng, aneh lu Thor" ucap Adit

Tiba tiba Thor yang asli (Avengers) pun datang dan menyerang Adit dengan palu petirnya.. Ceeetaarr membahana " begitulah suara petirnya Thor

Adit pingsan di tempat.. *abaikan

"Kamu ngapain ngajak aku ke tempat ini" tanya Elaine

"Tempat ini tempat yang aku suka kalo
aku lagi ada masalah..

"Ooh.. berarti kamu sekarang lagi punya masalah ? " tanya Elaine

"Ee..eh ngga ngga.. aku kesini untuk hal yang berbeda.. biasanya kan buat ngilangin masalah, tapi sekarang buat ngilangin keraguan di hati aku *eeeaaa
" ucap Adit
               
"Maksudnya ? tanya Elaine sambil memiringkan kepalanya

"Mmmhh...aku...." ucap Adit tertahan

"Kaaaamuu..."ucap Elaine

"Aku mau kita ga usah berteman lagi" ucap Adit

"Eh tapi kenapa ? kalo aku ada salah aku minta maaf.. pliss jangan ngomong itu " ucap Elaine sedih sambil menunduk
Adit mengangkat dagu Elaine dan menatap matanya dalam..

"Maksud aku tuh.. kita ga usah berteman lagi, tapi kita ganti hubungan pertemanan kita menjadi sepasang kekasih..
Elaine.. aku sayang dan cinta kamu, kamu mau ga jadi pacar aku ? ucap Adit panjang lebar

Elaine yang melihat itu hanya bisa menutup mulutnya, pipinya merah padam dan matanya meneteskan air mata

"I..iya Dit, aku mau kok jadi pacar kamu" ucap Elaine tersenyum

Adit langsung gembira akan hal itu dan memeluk Elaine dengan erat

"Makasih banyak ya Len, aku akan berusaha buat selalu ada untuk kamu"
ucap Adit

"Sama sama sayang.. aku percaya kok sama kamu" ucap Elaine

"cie udh dipanggil sayang nih aku ?" tanya Adit

"Iihh. gapapa dong sama pacar sendiri, kamu ga mau aku panggil itu.. hmmm yaudah fine" ucap Elaine

"Duhh pacar aku ngambek nih.. bercanda doang kok sayang, lucu deh" ucap Adit sambil mencubit pipi Elaine

*To Be Continued*