Minggu, 19 Juli 2015

AndElaine



Sahabat...

Itulah kata yang bisa mendeskripsikan kedua wanita ini, mereka merupakan teman akrab dari semasa kecil, hingga sekarang mereka menginjak kelas VII SMP di sebuah sekolah di Jakarta

Yang pertama adalah wanita keturunan Jawa, lahir di Solo..
nada bicaranya masih sangat khas dan medok akan logat Jawanya..

Namanya adalah Andela Yuwono, postur badannya tinggi rambut panjang terurai dan memiliki senyuman yang manis, sementara nama teman satunya adalah Elaine Hartanto, wanita ini sangat menyukai segala hal yang berbau bebek, mulai dari boneka, makanan, baju, semuanya bernuansa bebek..
Entah kenapa dia bisa seperti itu..

Berbeda dengan Andela yang postur badannya tinggi, Elaine sebaliknya..
Tingginya hanya seleher Andela, bahkan di kelas dia juga dijuluki si "Bebek Pendek"

Teman-teman sekelasnya sering mengejeknya seperti itu, tetapi selalu ada Andela yang membelanya, dia rela dirinya ikut di bully demi membela sahabatnya itu.

"Makasih ya Ndel, kamu selalu baik sama aku" ucap Elaine

"Ga masalah kali Len...
kita kan sahabat, kamu juga udah banyak banget berbuat baik sama aku semenjak kita kecil dulu"

Elaine menanggapinya dengan tersenyum
Andela atau Elaine sering menyebut mereka berdua sebagai AndElaine..

Kemana-mana mereka selalu bersama, baik itu pergi ke kantin, ataupun jalan-jalan di komplek rumah..

Berbicara soal asmara, keduanya juga lebih memilih untuk jomblo atau tidak mempunyai pacar, menurut mereka berdua, cowok mungkin akan menghancurkan persahabatan mereka..

Jadi untuk saat ini mereka nyaman dengan hidupnya, sahabat lebih penting daripada seorang pacar, begitu prinsip mereka

Sebenarnya di sekolah, banyak cowok yang mendekati Andela, tapi Andela menolaknya dengan halus karena beralasan untuk fokus sekolah
Pada suatu pagi, ada kabar yang menyatakan bahwa akan ada murid baru, sontak seisi kelas membicarakan siapakah murid baru itu, cowok atau cewek dan lain sebagainya

"Eh Len, emang ada murid baru ya?" Andela bertanya saat dia duduk disamping Elaine

"Mmh.. katanya sih gitu" balas Elaine

"Eh-eh kira-kira murid baru cewek apa cowok ya ?" tanya Andela lagi

"Mmh.. gatau deh.. menurut aku sih cowok" jawab Elaine

Bel masuk berbunyi

Ibu guru Melody membawa seorang murid..
Ya dia adalah seorang laki-laki..
Tepat seperti dugaan Elaine
"Anak-anak kita kedatangan murid baru dari Tangerang..
Ibu mohon kalian bisa berteman dengannya..
silakan perkenalkan diri kamu" ucap Bu Guru Melody mempersilahkan

"Hmh.. Halo semua, perkenalkan namaku Kelvin Mandala Putra, kalian bisa manggil aku Kelvin..
aku pindahan dari SMP 4 Tangerang..
Mohin bantuannya" Kelvin memperkenalkan diri sambil terakhir membungkukkan badan untuk memberi hormat

"Salam kenal Kelvin" balas semua murid

Ibu Guru Melody menyuruh Kelvin untuk duduk di kursi belakang AndElaine..
karena kebetulan hanya di kursi itu yang kosong
Kelvin berjalan kearah belakang, lalu duduk tepat di belakang AndElaine

Pelajaran dimulai, Kelvin fokus mendengarkan apa yang Ibu Guru Melody jelaskan di papan tulis, sementara Andela  sedikit tertarik melihat cowok itu dan menengok kearah belakang

"Astaga, kenapa dada aku berdebar kencang gini" Andela merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat Kelvin

Kelvin menyadari jika Andela melihat kearahnya

"Eh.. haii, nama kamu siapa ?
Aku Kelvin" Kelvin menatap mata Andela sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan"
"Eh..i..iiya.. na..ma... namaku Andela" ucap Andela gugup karena dipandang dengan jarak yang cukup dekat oleh Kelvin

"Ooh Andela..
salam kenal" Kelvin lalu tersenyum

Lagi, Andela merasakan perasaan yang berbeda saat Kelvin tersenyum tadi
 
Memang, Kelvin memiliki tubuh yang ideal, dia putih, wajahnya tampan..
rambutnya rapi..
sinar matanya menyorotkan tatapan lembut dan senyumannya juga sangat manis

Andela membalas dengan senyuman juga dan kemudian membalikkan badannya kembali menghadap ke depan
Andela sedikit berbisik ke Elaine

"Len, kamu ga kenalan sama anak baru itu ?" bisik Andela..

"Nanti aja pas istirahat" balas Elaine

*skip

Waktu istirahat..

"Aku Elaine" Elaine tiba-tiba menghampiri meja Kelvin

Dia mengulurkan tangannya

"Eh.. iya..
aku Kelvin, salam kenal Elaine" balas Kelvin tersenyum

Hari-hari berlalu, Kelvin berteman dengan Andela dan Elaine...
Mereka sering pergi ke kantin bertiga dan belajar bersama di kelas
Semakin hari juga Kelvin dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, dia mendapatkan banyak teman dan langsung menjadi murid populer yang terkenal di kalangan wanita..

Banyak wanita dari kelas lain ataupun dari kelasnya yang mendekatinya..
Kelvin menanggapi mereka dengan ramah

Sementara itu, Elaine dan Andela entah kenapa sedikit merasa iri karena Kelvin sudah jarang berkomunikasi dengan mereka berdua

"Iih Kelvin sombong sekarang, jarang ngomong sama kita" gerutu Andela kepada Elaine saat dijalan pulang

"Ga boleh gitu Ndel..
ya wajar, teman dia banyak sekarang" balas Andela
"Iya banyak..
banyakan cewenya" ucap Andela

"Ciee Andela cemburu" goda Elaine

"Iiih Ilen apaan sih" Andela tersipu malu

"Hahaha" Elaine hanya bisa tertawa

*

Keesokan harinya di sekolah

Ada seorang wanita menembak Kelvin, aneh memang, seharusnya pria yang menembak wanita, tetapi ini malah sebaliknya

Andela dan Elaine baru saja memasuki kelas, mereka berdua bingung ada kejadian apa di kelasnya ini
"Terima, terima" begitulah teriakan kebanyakan murid

Kelvin membuka suara

"Maaf, aku gabisa nerima kamu..
aku belom mau pacaran..
kita masih bisa menjadi teman" ucap Kelvin dengan sopan

Wanita yang ditolak itu sempat menangis sebentar sebelum akhirnya dia mengerti alasan Kelvin dan dapat menerima keputusannya

"Yaaah" seisi kelas berteriak kecewa

Bel masuk berbunyi

Murid berhamburan balik ke tempat duduk masing-masing

AndElaine berjalan ke tempat duduknya
"Pagi Ndel, Len" sapa Kelvin

"Pagi" balas mereka bersamaan

"Ciee yang abis ditembak" goda Elaine

"Ga aku terima kok Len" ucap Kelvin

"Kenapa?" tanya Andela cepat

"Gapapa, lagi gamau pacaran aja" jawab Kelvin

"Oiya, dari semenjak kita ketemu, aku belum nanya..
kalian udah punya pacar?" tanya Kelvin sambil matanya menatap mereka berdua

"Belum" balas Elaine

"Kepo" Andela menjulurkan lidahnya

"Iih nyebelin nih anak satu, Elaine aja
jawab baik-baik..
huu dasaar" Kelvin berusaha mencubit pipi Andela...

"Iih sakit Kelvin, lepas" Andela berusaha melepaskan cubitan Kelvin dari pipinya

"Belum, belum..
aku belum punya pacar" sambung Andela

Kelvin melepaskan cubitannya

Dia manggut-manggut sambil ber"Oh"ria

"Bagus deh" kata Kelvin

"Bagus ?" Andela bingung

"Ya bagus, jadi bukan aku doang yang jomblo kalian juga, ahhaha" ucap Kelvin
"Iiih dasar nyebeliiin" ucap Andela

Kelvin, Andela, Elaine semakin dekat, mereka selalu bertiga kemana-mana hingga sekarang ini mereka duduk di bangku SMA kelas XII

Mereka tumbuh menjadi dewasa, sudah 5 tahun lebih mereka bersahabat

Semakin kesini, Andela tidak bisa memendam perasaannya lagi lebih lama..
Jika merasa di dekat Kelvin, dirinya merasa nyaman

"Duuh.. apakah ini yang namanya jatuh cinta?" pikir Andela dalam hati

"Heii.. Ndell..
kok bengong ?" Kelvin membuyarkan pikiran Andela
"Eh.. nggak kok nggak, oiya Elaine mana?" tanya Andela..

"Ada di kantin" balas Kelvin

Tak lama kemudian Elaine datang

"Niih aku beli minum buat kalian" Elaine memberikan dua botol air mineral kepada Kelvin dan Andela

"Waah makasih Len" ucap Kelvin tersenyum

"Sama-sama Vin" balas Elaine

*skip

Lama kelamaan Elaine juga mulai suka terhadap Kelvin.
Dia sendiri tidak tahu mengapa dia seperti itu..
rasa cinta itu timbul begitu saja
Suatu hari mereka bertiga sedang berada di taman

"Vinn vin, mau beli es kriiim" ucap Andela manja sambil menarik-narik kemeja Kelvin

"Eh... iya-iya ayo beli..
Len ? kamu mau ?" tanya Kelvin

"Ngga deh kalian aja" jawab Elaine

Kelvin mengangguk kemudian pergi membeli es krim bersama Andela

Setelah selesai, mereka kembali ke kursi dimana Elaine duduk, mereka berdua makan es krim di dekat Elaine

"Eh, Len.. nih es krim aku buat kamu aja" ucap Kelvin

"Eh.. gausah Vin,buat kamu aja..
aku gasuka es krim" kata Elaine
berbohong..

Sebenarnya Elaine sangat menyukai Es Krim, tetapi berhubung Elaine tidak ingin menganggu Kelvin dan Andela, dia memilih menolak dan pulang dari taman itu

"Eh, aku baru sadar, aku harus bantu mamaku di rumah.. aku duluan ya Ndel Vin" pamit Elaine

"Iya Len" balas Andela singkat

"Eh.. kok mendadak sih ? tanya Kelvin

Elaine membalas dengan anggukan

Elaine mengira jika Andela menyukai Kelvin, jadi dia lebih memilih untuk mengalah demi sahabatnya itu

"Aku tau Ndel, kamu cinta sama Kelvin..
jadi biarkan kalian berdua meskipun aku juga mencintai Kelvin" batin Elaine dalam hati.

Elaine juga sebenarnya diam-diam memendam perasaan suka terhadap Kelvin, entah kenapa rasa itu muncul dengan sendirinya seiring kedekatan mereka sebagai sahabat

Setelah kepergian Elaine, Andela merengek untuk pergi ke bioskop karena dia ingin sekali menonton salah satu film

"Vin vin.. kita ke mall yuk, temenin aku
nonton" lagi-lagi sifat Andela keluar..
Andela kembali merengek sambil menarik-narik kemeja Kelvin

Kelvin menggelengkan kepalanya sejenak karena tidak habis pikir akan sifat manja Andela
"Haduh Ndel..
kamu tuh manja banget dari kita SMP sampe sekarang udah mau lulus SMA tetep aja gitu" keluh Kelvin

"Hehe.. gapapa dong wlee" Andela menjulurkan lidahnya

Memang sifat Andela dan Elaine ada perbedaan di pola pikirnya, jika Elaine sudah berpikir matang dan sepertinya terlihat dewasa sementara Andela kebalikannya bersifat kekanak-kanakan dan manja.

"Yaa yaa yaa.. pliss ???
ayo temenin aku nonton" seru Andela memaksa Kelvin

Kelvin sudah sangat sulit untuk menolak keinginan sahabatnya itu, jika ditolak pasti dirinya akan ngambek..
Kelvin menghela nafas panjang

"Iya iya..
aku temenin" ucap Kelvin akhirnya menyetujui ajakan Andela
             
"Yeaay makasih..
kamu baik banget" Andela kegirangan layaknya anak kecil yang baru dibelikan balon

Kelvin dan Andela kemudian pergi ke salah satu mall di dekat sana.

Selama dalam mall, Andela terus menggandeng tangan Kelvin layaknya orang pacaran, Kelvin membiarkannya saja karena kejadian itu bukan sekali terjadi melainkan sudah sering jika dia dan Andela atau Elaine pergi ke mall

*skip
Setelah kejadian di taman itu, Elaine mulai menjauhi Andela dan Kelvin, mereka tidak seperti dulu yang selalu bersama bertiga kemanapun mereka pergi

Di sekolahpun Elaine menjaga jaraknya dengan kedua temannya itu..

"Eh Ndel, kamu ngerasa ga sih kalo Elaine makin lama ngejauhin kita ?" tanya Kelvin

"Mmh... Iya, aku juga ngerasa hal yang sama" jawab Andela

Kelvin kemudian berpikir sejenak sebelum dia memutuskan untuk menanyakan hal ini kepada orangnya langsung..

Saat itu Elaine sedang duduk sendirian di bangku kantin
Kelvin bergegas pergi ke kantin

"Kamu mau kemana Vin?" tanya Andela

"Kantin, nyari Elaine" jawab Kelvin

"Len" Kelvin lalu duduk di samping Elaine

"Eh Kelvin.. ngapain kesini, temenin Andela sana" ucap Elaine sedikit ketus

"Ciee ceritanya cemburu nih ?? goda Kelvin

"Iiih apaan, engga kok...
kege eran kamu" seru Elaine dengan muka memerah

"Kamu kenapa sih, akhir-akhir ini keliatan ngejauhin aku sama Andela ? tanya Kelvin menuntut penjelasan
"Mmh.. Gapapa kok, aku cuma sibuk aja, jadi ga bisa sering-sering ngumpul bareng kalian" ucap Elaine berbohong

"Beneran ?"

Elaine mengangguk

"Mmh.. oke deh kalo gitu" ucap Kelvin

"Sana balik ke kelas lagi" suruh Elaine

"Iya-iya..
yaudah aku duluan ya kekelas" Kelvin berlari sambil melambaikan tangannya kearah Elaine

Sesampainya di kelas

"Gimana Vin, Elaine kenapa? tanya Andela penasaran

"Dia gapapa kok, katanya cuma lagi ga ada waktu aja buat kumpul sama kita"
jelas Kelvin
                                           
Andela manggut-manggut

*skip

Saat di rumah, Kelvin terus memikirkan tentang Elaine yang semakin lama semakin menjauhinya dengan Andela

"Elaine kenapa ya?" batin Kelvin dalam hati

Kemudian, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Elaine pada hari itu

Sesampainya ia disana

"Elaine, Elainee !!" teriak Kelvin dari depan rumah

Tak lama kemudian Elaine keluar rumah
"Eh.. Kelvin ada apa?" tanya Elaine

"Mhm.. aku mau ngomong sesuatu sama kamu..
tapi ga disini.. ayo" Kelvin menarik tangan Elaine

"E..eh tapi Vin"

"Udah ga ada tapi-tapian"

Kelvin membawa Elaine ke suatu tempat

"Hei.. kita mau kemana ?" tanya Elaine bingung

"Kita ke taman" jawab Kelvin

Sesampainya mereka di taman

"Kamu ada apa ajak aku kesini?" tanya Elaine bingung
Kelvin memegang kedua tangan Elaine

"Ehh" muka Elaine memerah karena tangan Kelvin memegang tangannya

"Aa..A.ndela bisa marah kalo liat ini" ucap Elaine yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kelvin

"Eh marah ? kenapa ? tanya Kelvin

"Mhmh.. i..it..ittu, An..andela cinta sama kamu" ucap Elaine dengan tergagap

"Emmh.. benarkah ?" tanya Kelvin

Elaine mengangguk

"I..i.iya, dia pernah ngomong ke aku"

*FlashBackOn*
Saat itu Elaine sedang bermain ke rumah Andela, mereka berdua sedang belajar bersama untuk Ujian Sekolah nanti..

"Len?" tanya Andela di sela-sela mereka belajar

"Iya Ndel?"

"Mhmh.. aku salah ga kalo jatuh sama seorang cowok?" tanya Andela

"Iiih, itu normal kali Ndel..
ya ngga salah lah" jawab Elaine

"T..ta..pi a..ku takut persahabatan kita nanti bisa hancur gara-gara cowok" ucap Andela..

"Nggak kok, meskipun kamu misalnya pacaran dan jarang punya waktu buat kita bersama gini..
aku gapapa, asalkan kamu senang"
"Benarkah ?" tanya Andela lagi

Elaine mengangguk

"Emangnya siapa siih cowok itu yang buat seorang Andela jatuh cinta?" goda Elaine

"Gatau kenapa aku selalu nyaman dekat dia, perasaan aku udah ga bisa dipendam lebih lama lagi, t..tapi aku ga tau dia juga cinta sama aku apa nggak" nada bicara Andela menjadi sedih

Wajahnya tertunduk

"Hei.. jangan sedih gitu, aku yakin dia juga punya perasaan yang sama kaya kamu" ucap Elaine menyemangati

Andela hanya mengangguk lemah, air matanya kemudian menetes dan membasahi pipinya
Elaine pun memeluk sahabatnya itu dan menyeka air matanya

Setelah Andela sudah sedikit tenang dan berhenti menangis..
Elaine membuka pembicaraan kembali

"Kalo aku boleh tau, siapa cowok yang kamu suka itu?" tanya Elaine

"Kelvin" jawab Andela singkat

DEG
Hati Elaine serasa tersambar petir, dia merasakan sakit yang amat sangat di dadanya..
Sebenarnya dirinya juga sangat menyukai sahabatnya itu tetapi ternyata Andela juga menyukainya

Perasaan Elaine bercampur aduk, antara senang dan sedih, senang karena Andela akan melepas status jomblonya
dan sedih karena cowok yang disukai sahabatnya adalah cowok yang sama yang sudah membuat dirinya jatuh cinta

"Hei.. Len kenapa bengong?" tanya Andela membuyarkan lamunan Elaine

"Eh..a...aku ..ga..papa kok" jawab Elaine terbata

"Kamu suka sama Kelvin sahabat kita ?" tanya Elaine memastikan

"Iya Len..
sebenarnya sejak SMP waktu itu, pas dia jadi anak baru disekolah kita..
aku udah ngerasain hal yang berbeda di hati, dan entahlah perasaan itu semakin besar hingga kita kelas 3 SMA sekarang" jelas Andela

"O..iya menurut kamu, Kelvin suka juga nggak ya sama aku?" tanya Andela
"Mmh.. k.kalo soal itu..
aku yakin kok dia juga suka sama kamu" jawab Elaine tersenyum

Senyuman itu hanyalah sebagai penutup rasa sakit di dalam hatinya..

*FlashbackOff*

"A..aku ba..ru tau kalo Andela suka sama aku" kata Kelvin tidak menyangka

Elaine menunduk, air matanya menetes

"M..ma..kanya itu, kamu samperin dia gih, dia cinta banget sama kamu dan aku yakin kamu cinta juga sam....

"Ssst" Kelvin meletakkan jari telunjuknya di bibir Elaine

Elaine terkejut akan hal itu
"Len" Kelvin malah kembali memegang kedua tangan Elaine

Mata Elaine masih berkaca-kaca

"A...aku ga cinta sama Andela..
sebenernya aku itu cinta sama kamu Len..
kamu mau ga jadi pacar aku?" Kelvin mulai berlutut sambil memegang tangan kanan Elaine

Elaine tidak percaya dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya
Air matanya malah semakin deras menetes

Tetapi entah kebetulan atau tidak, Andela sedang berjalan-jalan di sekitaran taman itu sendirian, dan tanpa sengaja ia melihat Kelvin memegang tangan Elaine sambil berlutut
"El..llaainee" seru Andela

Elaine terkejut mendengar suara Andela, dia menengok kearah Andela dan buru-buru melepaskan tangan Kelvin dari tangannya

"Eh.. Ndell"

"A..aku ga nyangka kamu kaya gitu..
AKU BENCI..." Andela berlari sambil menangis

"Eh.. Ndell..
tungguu..!!!" Elaine berlari mengejar Andela..

Kelvin yang bingung juga kemudian ikut berlari mengejar kedua wanita itu..

Karena Kelvin adalah laki-laki, dia berlari lebih cepat dan mampu mengejar Elaine bahkan Andela..
Kelvin memegang tangan Andela dari belakang..

Andela menengok kearah belakang

"Ndel.. tunggu, aku bisa jelasin semuanya" ucap Kelvin sambil menahan tangan Andela

"Leepassin Vinn aku gabutuh penjelasan kamu, aku benci kalian berduaaa" Andela berusaha meronta dari pegangan tangan Kelvin, tetapi tidak kunjung bisa karena Kelvin memegang tangan Andela dengan kencang

Di sela-sela Andela berontak,
Kelvin langsung memeluk Andela dengan erat..

Andela menangis, air matanya membasahi kemeja Kelvin
Setelah dirasa tenang, Kelvin melepaskan pelukannya terhadap Andela

Elaine menghampiri Andela

"Ndel.. aku minta maaf, aku ga bermaksud buat ngerebut Kelvin dari kamu" ucap Elaine

Sementara sang cowok yang menjadi penyebab semua masalah ini menghela nafas panjang, dia merasa bersalah sekali karena oleh karena dirinya, persahabatan Andela Elaine diambang kehancuran

"Hei.. kalian berdua" Kelvin memanggil Andela dan Elaine sambil memegang masing-masing kedua tangan dari mereka

"Denger ya.. aku ga mau ngerusak persahabatan kalian
oleh karena itu, aku mau ngomong kalo aku cinta dan sayang banget sama kalian.. tapi sebagai sahabat..
gapapa kan ?" ucap Kelvin

Menurutnya ini merupakan jalan yang terbaik untuk diambil, agar persahabatan mereka tetap terjaga

Elaine melirik mata Andela, Andela kemudian mulai tenang dan bisa menerima semuanya ini....

Dia menyunggingkan senyum manis dari bibirnya

Kedua wanita itu menganggukan kepala mereka kearah Kelvin..

Kelvin lega melihatnya dan ikut membalas dengan tersenyum

Akhirnya mereka bertiga kembali menjadi sahabat..
Mereka berusaha membuang rasa cinta dan menggantinya dengan rasa sayang sebagai sahabat..

Engkau adalah sahabat dan kekasihku, dan aku tidak mengerti sisi mana dari hidup ini yang paling aku nikmati. Aku menghargai kedua-duanya sama halnya seperti aku menghargai kita bisa hidup bersama-sama.

The End

@KelvinMP_WWE



Tidak ada komentar:

Posting Komentar